Tuesday, April 5, 2011

Hamsik Hanya Ingin Tiga Besar

Gelandang sekaligus Kapten Napoli, Marek Hamsik.

SAN PAOLO, KOMPAS.com — Gelandang sekaligus kapten Napoli, Marek Hamsik, enggan bermimpi membawa timnya meraih scudetto musim ini. Namun, setidaknya dia bertekad membawa Napoli tetap berada di tiga besar Liga Serie-A.

Napoli punya peluang untuk jadi juara. Mereka hanya tertinggal tiga poin dari AC Milan yang menempati puncak klasemen sementara dengan 65 poin. Dengan tujuh pertandingan sisa, bukan tak mungkin "I Partenopei" bisa menyalip Milan. Namun, Hamsik tak mau terlalu percaya diri.

"Ada tujuh pertandingan tersisa dan kami ingin tinggal di tiga besar. Kami ingin tetap di sana sehingga kami bisa lolos ke Liga Champions secara otomatis dan dengan demikian menghindari laga awal," tulis Hamsik dalam situs resminya.

Hamsik pun menjelaskan kenapa timnya bisa bangkit dang menang melawan Lazio di laga terakhir. Menurutnya, Napoli bangkit karena timnya tetap solid dan terus berusaha untuk meraih kemenangan.

"Kami tetap bersatu meskipun tertinggal dan kami kembali ke pertandingan, bahkan setelah kemasukan tiga gol," ujarnya.

"Kami semua senang, terutama para penggemar yang kembali menunjukkan bahwa mereka publik yang sederhana. Suasana di San Paolo tak bisa digambarkan," sambungnya.

Cassano: Itu Kenaifanku!

Penyerang AC Milan, Antonio Cassano.

MILAN, KOMPAS.com — Striker AC Milan, Antonio Cassano, mengakui kartu merah yang ia terima saat timnya menang 3-0 atas Inter Milan di laga derbi, Sabtu atau Minggu (3/4/2011), merupakan salah satu kenaifannya.

Dalam laga itu, Cassano menerima kartu merah karena mengganjal pemain Inter. Itu merupakan kartu kuning keduanya setelah sebelumnya mendapat kartu kuning karena merayakan gol dengan membuka bajunya. Kini Cassano menyesal. Sebab, ia harus menerima hukuman tak bermain.

"Ini kenaifanku yang lain dan aku akan membayar hal itu. Aku telah banyak melakukan kenaifan dalam karierku dan aku berharap dapat menguranginya," kata Cassano.

Cassano pun memuji sang presiden dan fans Milan yang, menurutnya, telah menerimanya dengan tangan terbuka.

"Silvio Berlusconi mengatakan, aku akan menentukan dalam laga derbi. Aku dapat mengatakan bahwa sang presiden adalah orang yang sangat aku hormati. Dia selalu memuji, Cassano sang pesepak bola dan juga Cassano sebagai pria. Untuk alasan ini aku berterima kasih kepadanya dari lubuk hatiku," ujar Cassano.

"Aku juga punya hubungan yang hebat dengan para fans. Ketika aku melakukan pemanasan, mereka menyanyikan namaku dan ketika aku masuk ke lapangan ada suara gemuruh yang besar," sambungnya.

Cassano juga menyambut gembira kembalinya Zlatan Ibrahimovic dari sanksi. Menurutnya, ini akan menjadi dorongan besar bagi timnya.

"Kembalinya Ibrahimovic sangat penting. Dia fundamental untuk kami seperti Alexandre Pato. Sekarang kami harus berpikir untuk mendapatkan poin maksimal melawan Fiorentina," tegasnya. (FBI)

Toisutta Bantah Diperintah SBY Jadi Ketum

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta membantah tudingan yang menyebutkan dirinya diperintah oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Menurutnya, tudingan tersebut hanyalah sebuah pembodohan bagi masyarakat.

"Saya tentara. Tidak ada politik praktis di tentara, apalagi bermain poltik. Isu itu pembohongan dan pembodohan masyarakat. Jadi, tidak ada presiden manggil saya. Ngapain Presiden ngurusin Ketua PSSI. Kan ada Menpora. Itu pendapat orang yang menyudutkan," papar Toisutta kepada wartawan di Gedung DPR, Senin (4/4/2011).

Toisutta juga membantah jika dirinya disebut aktor di balik demonstrasi yang menentang kepengurusan PSSI di bawah rezim Nurdin Halid. Ia justru menilai, apa yang terjadi adalah wujud ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja PSSI.

"Tolong jangan dibilang karena ada saya, ada demo. Ngapain? Anda lihat asrama tentara rusak, bobrok, enggak karuan. Daripada uangnya dikasih orang demo, mending memperbaiki asrama tentara. Saya masih waras. Itu akumulasi ketidakpuasan. Contohnya, Aremania punya lagu makian buat PSSI. Sudah tiga tahun lalu dinyanyikan. Kalau kita cerdas, itu bentuk akumulasi ketidakpuasan," bebernya.

Lebih lanjut, Toisutta berpendapat, penyebab ketidakpuasan masyarakat kepada PSSI karena induk organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu tidak pernah memperbaiki sistem yang memang rusak. Dengan ada perbaikan sistem yang ada di tubuh PSSI, Toisutta yakin PSSI akan lebih bagus di masa yang akan datang.

"Sistem yang harus dibagusi. Makanya, saya bilang kepada teman-teman di PSSI agar mereka kalau mau kongres, jangan pilih ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif. Yang pertama dibicarakan adalah program apa yang akan dilakukan. Kalau itu dilakukan, ke depannya PSSI pasti bagus," paparnya.

Puyol Bugar karena Senam Wanita Hamil

Defender Barcelona, Carles Puyol.

UNTUK menjaga kebugaran tubuhnya, para pesepak bola memiliki banyak cara. Defender Barcelona, Charles Puyol, punya cara sendiri dan menurut mereka manjur. Ia mengaku bisa tetap fit di usia yang tak lagi muda berkat senam yang biasa dilakukan wanita hamil.

Puyol lebih suka melakukan senam yang lebih dikenal dengan nama pilates. Senam ini biasanya dilakukan oleh wanita hamil! Namun, menurut Puyol, berkat pilates, dirinya kini selalu berada dalam kondisi prima. Di lapangan, pemain berusia 32 tahun ini sulit ditaklukkan pemain lawan, meskipun usianya lebih muda dari Puyol.

"Ini aku rasakan sejak rajin melakukan pilates. Ketika bertambah tua, kamu harus sedikit melakukan perubahan latihan serta selektif dan berhati-hati memilih yang tepat. Saat ini aku merasa bugar dan berharap ini akan berlangsung lama," tegas Puyol.

Mau Dikerjai, Malah Bikin Gol Spektakuler

PARIS, KOMPAS.com — Sebuah video yang dirilis Monde De Football menunjukkan seorang pemain yang sempat dipermainkan lawan berbalik mempermalukan musuh dengan mencetak gol spektakuler.

Dalam video itu tampak pemain berkostum putih memulai mengoper bola ke belakang setelah kick-off. Bola berhasil diterima seorang kawan.

Ketika seorang lawan dengan kostum biru bernomor 14 mencoba merebut, pemain itu tampak menggocek bola mempermainkan lawan sampai nyaris jatuh, sebelum akhirnya mengumpankan bola kepada rekannya.

Sayang, rekannya tidak menerima bola dengan sempurna sehingga bola lepas dari penguasaannya dan direbut pemain bernomor punggung 14 itu, yang kemudian menggiring bola masuk ke kotak penalti.

Sebelum sempat mengeksekusi, si nomor 14 itu kembali kehilangan keseimbangan akibat pengawalan lawan.

Pemain itu akhirnya jatuh. Namun, sebelum jatuh, ia masih sempat menggunakan kaki kanannya untuk menendang bola yang membentur kaki kirinya.

Bola kemudian memantul ke arah belakang pemain itu. Sebelum jatuh berkontak dengan tanah, bola ditendang dengan tumit kanan oleh si nomor 14. Bola meluncur membentuk setengah lingkaran dan masuk ke gawang setelah mengenai tanah di luar garis gawang. (MIR/MDF)

Nurdin: Perjuangan PSSI Berhasil

Nurdin Halid saat sesi wawancara dengan KOMPAS.com di kantor PT Liga Indonesia, Kuningan, Jakarta, Kamis (31/3/2011) malam. Sejak 28 Maret 2011, Pemerintah melalui Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng membekukan kepengurusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dibawah kepemimpinan Nurdin Halid. Ia dinilai tidak kompeten karena gagal melaksanakan Kongres PSSI di Pekanbaru, Riau pada 26 Maret 2011.

JAKARTA, KOMPAS.com - FIFA membentuk Komite Normalisasi untuk menyelesaikan kisruh yang ada di PSSI. Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, mengklaim keputusan itu merupakan hasil perjuangan PSSI agar Indonesia tidak dihukum oleh FIFA.

"Saya sangat bersyukur karena Indonesia tidak dihukum. Hal tersebut jauh lebih penting. Bagi saya itu berarti perjuangan kami agar Indonesia tidak dihukum berhasil. Soal lainnya kami akan mengambil sikap setelah kembali ke Jakarta," papar Nurdin melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Selasa (5/4/2011) pagi.

Sebagaimana diberitakan, Komite Normalisasi akan mengambil alih Komite Eksekutif PSSI saat ini. Misi Komite Normalisasi adalah menyelenggarakan pemilihan berdasarkan electoral code FIFA Statuta PSSI sebelum 21 Mei 2011. Hal itu untuk mengakomodasi liga yang berada di luar sehingga bisa di bawah kontrol PSSI atau menghentikannya secepat mungkin; dan menjalankan aktivitas PSSI hari demi hari dalam semangat rekonsiliasi demi kebaikan sepak bola Indonesia.

Komite Normalisasi tersebut terdiri dari para insan sepak bola Indonesia, yang tidak akan bisa duduk dalam sebuah posisi di PSSI dan akan bertindak sebagai komisi electoral.

Monday, April 4, 2011

Musim Gerrard Terancam Berakhir

Kapten Liverpool, Steven Gerrard.

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Liverpool terpukul. Kapten dan pemain andalan mereka, Steven Gerrard, kemungkinan harus absen sampai akhir musim karena cedera kunci pahanya kambuh lagi, meski dia baru saja menjalani operasi.

Gerrard sebenarnya sudah mulai membaik. Bahkan, dia ingin tampil saat timnya melawan West Bromwich Albion (WBA), Sabtu (2/4/2011). Namun, Pelatih Kenny Dalglish mengungkapkan, dalam latihan hari Jumat (1/4/2011), terjadi robekan lagi di kunci pahanya.

"Gerrard merasakan ada sakit yang lebih terasa di pahanya. Itu terjadi di area cedera yang sama. Saya tak tahu kapan dia bisa bermain lagi. Saya harus melihat sejauh mana kerusakan itu," sesal Dalglish.

Liverpool juga kehilangan defender Glen Johnson dan Daniel Agger pada pertandingan lawan WBA. "Saya juga tak tahu kapan Johnson dan Agger bisa bermain lagi. Kalau sudah jelas kami akan katakan kepada Anda," ujarnya.

"Sepertinya cedera Johnson dan Agger tak terlalu serius. Mereka cedera saat berlari. Cedera Agger kemungkinan di tendon belakang lutut, sedangkan Johnson mengalami kerusakan otot," tambahnya.

Meski begitu, tetap saja masalah ini memberatkan Liverpool. "Kehilangan tiga pemain pada bulan April merupakan pukulan buat siapa saja. Lebih mengecewakan buat Gerrard. Sebab, dia sempat berlatih dengan baik dan sepertinya sudah siap dimainkan lagi. Tapi, dia akhirnya kembali cedera," sesal Dalglish.

Berita ini juga pukulan buat Pelatih Timnas Inggris, Fabio Capello. Sebab, dia berharap Gerrard bisa memperkuat Inggris saat melawan Swiss di kualifikasi Piala Eropa 2012, 4 Juni nanti. (SUN)