Monday, May 2, 2011

Galliani: Setidaknya Milan Bisa Urutan Kedua

Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani.

MILAN, KOMPAS.com — Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani, enggan membuat prediksi soal nasib timnya di akhir kompetisi meski tinggal butuh satu poin untuk juara. Namun, katanya, setidaknya Milan sudah memastikan di urutan kedua.

Milan memang hanya butuh satu poin dari tiga pertandingan sisa setelah mereka mengalahkan Bologna 1-0, Minggu (1/5/2011). Rasanya, tak sulit bagi Milan untuk memenuhi target itu. Namun, Galliani tak mau cepat senang karena secara matematis Milan belum juara Liga Serie-A.

"Saya tak suka membuat prediksi. Ada beberapa kesempatan bagus dalam tiga pertandingan terakhir. Tapi, karena tak bisa melihat masa depan, saya akan katakan bahwa setidaknya kami sudah memastikan di urutan kedua," kata Galliani.

"Jika Inter meraih sembilan poin (terakhir) dan kami hanya butuh satu poin, maka kita lihat saja apa yang terjadi dalam pekan-pekan berikutnya," tambahnya.

Galliani mengucapkan terima kasih kepada Presiden Milan, Silvio Berlusconi, yang mendukung kebijakan transfer sehingga Milan bisa mendatangkan beberapa pemain berkelas yang membantu kelancaran perjalanan mereka di musim kompetisi 2010-11.

"Berlusconi memutuskan untuk melakukan investasi uang. Bisa saja Milan mengawali kompetisi dengan tetap mengandalkan Klaas-Jan Huntelaar dan Marco Borriello. Tapi, sang presiden membuat keputusan fantastis dan kerelaannya mengeluarkan uang (untuk membeli pemain berkelas) telah membawa klub sampai tingkat seperti ini," ujarnya.

Jika Milan meraih scudetto, maka itu akan menjadi gelar terhormat pertama buat Pelatih Massimiliano Allegri. Tentang hal itu, Galliani punya pendapatnya sendiri.

"Saya sering melihat timnya, Sassuolo, memainkan sepak bola yang baik. Begitu juga Cagliari saat ditangani Allegri," katanya.

Beberapa pelatih Milan terdahulu awalnya juga diragukan, tetapi kemudian meraih kesuksesan. Menurut Galliani, hal itu karena Milan tajam dalam mengendus pemain berbakat.

"Jangan lupa, Arrigo Sacchi tak pernah menangani tim Serie-A (sebelum melatih Milan). Sementara Fabio Capello adalah pelatih pendatang baru dan Leonardo sebelumnya menjabat direktur teknik. Butuh sedikit imajinasi dan itu yang kami lakukan di Milan. Kadang-kadang hal-hal seperti ini mendatangkan kesuksesan, terkadang tidak juga," jelasnya. (FBI)

Sunday, May 1, 2011

Ferguson Bujuk Scholes Bertahan

Gelandang Manchester United, Paul Scholes.

MANCHESTER, KOMPAS.com — Manajer Manchester United Alex Ferguson mengaku telah meminta Paul Scholes melupakan niat pensiun pada akhir musim ini. Namun, menurutnya, Scholes belum memberi kepastian.

Kontrak Scholes habis pada akhir musim ini. Dalam sejumlah wawancara dengan media Inggris, Scholes mengaku mempertimbangkan pensiun saat kontraknya habis pada akhir musim ini. Usia yang sudah mencapai 36 tahun disebutnya menjadi salah satu pertimbangan.

"Saya beberapa kali bicara dengan Scholesy untuk meyakinkannya bertahan, tetapi kita akan lihat," ujar Ferguson.

Selain itu, Ferguson juga memuji pemain veteran lainnya, Ryan Giggs, yang sudah berusia 37 tahun tetapi mampu menjaga level permainan dan kebugaran fisik.

Lebih dari itu, Giggs dinilainya memiliki gairah bermain tinggi, seperti yang telah ditunjukkan dengan memperpanjang kontrak dengan MU untuk satu musim, atau sampai akhir musim depan.

"Untuk Ryan, ia luar biasa, fantastis. Ia berusia 37 tahun dan terlihat seakan-akan masih memiliki karier sampai empat atau lima tahun lagi," kata Ferguson.

"Namun, sulit untuk mengatakannya karena ketika Anda bertambah tua, Anda semakin tua dan kadang-kadang itu bisa memukul Anda dengan cepat. Apa yang Ryan lakukan saat ini cukup luar biasa dan ia tak pernah punya masalah berat badan," tuturnya. (SKY)

Hiddink: Pepe Memang Tak Sentuh Alves

Bek Real Madrid, Pepe (kanan) ketika mendapat kartu merah dari wasit usai menekel bek Barcelona, Daniel Alves pada menit ke-61 di leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu atau Kamis (28/4/2011) dini hari WIB.

MADRID, KOMPAS.com - Mantan manajer Chelsea, Guus Hiddink, menilai wajar wasit Wolgang Stark memberi bek Real Madrid, Pepe, kartu merah karena usahanya merebut bola dari bek Barcelona, Dani Alves, pada leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (27/4/2011). Menurutnya, keputusan itu bukan karena terjadi kontak fisik melainkan karena usaha Pepe membahayakan Alves.

Insiden itu terjadi pada menit ke-60. Barcelona pun menang 2-0 berkat gol Lionel Messi pada menit ke-76 dan ke-87.

Setelah pertandingan, Real Madrid mengungkapkan sejumlah foto dan rekaman yang menunjukkan tak ada kontak fisik antara Pepe dan Alves.

"Saya mengenal Wolfgang Stark sebaga orang yang memiliki pendekatan sangat langsung, yang sepenuhnya berwenang mengusir Pepe," ujar Hiddink.

"Jika kaki Dani Alves mengenai tanah, kaki itu pasti sekarang sudah patah," tambahnya. (GL)

Roma Tertinggal oleh Tim Degradasi

BARI, KOMPAS.com — AS Roma, yang berambisi mengejar tiket ke Liga Champions, kewalahan di kandang tim yang sudah pasti degradasi, Bari. Francesco Totti dkk dipaksa tertinggal 1-2 di babak pertama lanjutan Liga Serie-A, Minggu atau Senin (2/5/2011).

Meski sudah terdegradasi, Bari tetap tampil maksimal kala menjamu AS Roma. Serangan mereka bahkan kerap merepotkan Roma. Bahkan, pada menit ke-25, Bari berhasil membobol gawang Roma dan unggul 1-0.

Simone Bentivoglio dengan baik melakukan tendangan penalti. Hukuman penalti diberikan kepada Roma karena Juan melakukan handsball di kotak terlarang.

Roma mencoba bangkit dan menekan dan lima menit kemudian sukses menyamakan kedudukan berkat gol Francesco Totti. Bola tendangan bebasnya meluncur keras ke gawang Bari, tanpa bisa dijangkau kiper Jean Francois Gillet.

Roma semakin percaya diri dan terus menekan. Namun, mereka lengah saat Bari melakukan serangan balik. Sebuah umpan silang Romero pada menit ke-43 ditanduk Erik Huseklepp dengan baik dan gol, 2-1.

Susunan Pemain
Bari:
1-Jean Francois Gillet; 52-Kamil Glik, 15-Nicola Belmonte, 21-Alessandro Parisi, 5-Andrea Masiello, 8-Massimo Donati, 14-Alessandro Gazzi, 24-Kamil Kopunek, 27-Simone Bentivoglio, 22-Erik Huseklepp, 32-Jaime Romero Gomez

AS Roma: 32-Doni; 4-Juan, 29-Nicolas Burdisso, 17-John Arne Riise, 77-Marco Cassetti, 16-Daniele De Rossi, 7-David Pizarro, 9-Mirko Vucinic, 94-Jeremy Menez, 10-Francesco Totti, 20-Simone Perrotta

Industri Sepak Bola Harga Mati

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKetua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang juga calon ketua umum PSSI periode 2011-2015, Erwin Aksa, saat diwawancara Kompas.com, Rabu (27/4/2011).

KOMPAS.com — Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa bertekad membangun industri sepak bola Indonesia yang dinamis jika terpilih sebagai ketua umum PSSI 2011-2015. Untuk mencapainya, CEO Bosowa Corporation itu telah memiliki rancangan mengenai kompetisi dan membentuk tim nasional yang kuat.

Erwin sadar akan berhadapan dengan persoalan pelik, seperti berbagai kepentingan di PSSI. Tidak hanya itu, pria kelahiran Ujung Pandang, 7 Februari 1975, itu dituntut bisa menyelesaikan persoalan Liga Primer Indonesia (LPI).

Saat ditemui Kompas.com di kantornya di Wisma Karya, Kuningan, Rabu (27/4/2011), Erwin Aksa mengemukakan pendapatnya soal tantangan tersebut.

Seberapa parah sepak bola Indonesia di mata Anda?
"Sebenarnya tidak parah-parah sekali. Artinya, yang tidak berubah bahwa komitmen semua klub tidak bisa dipegang sehingga mohon maaf masih ada klub-klub tidak memperlihatkan sportivitas yang tinggi."

"Nah, kita mengharapkan adanya perubahan, khususnya pimpinan klub mau berkomitmen. Kalau ingin mengubah sepak bola, kita harus berkomitmen bersama-sama. Hal ini harus dimulai dari atas, kemudian memberi contoh ke bawah. Kita harus memulainya pada kongres besok. Oleh karena itu, kongres harus diisi orang-orang yang memiliki keinginan besar ini."

"Kalau masih ada yang mempertahankan pola-pola yang ada saat ini, mohon maaf, kita tidak bisa merefleksikan kompetisi untuk tim nasional. Makanya, tim nasional dikelola seperti sebuah klub. Ini yang harus kita hindari."

"Kita juga harus memperbaiki karakter dan mental. Kita tahu pemain sepak bola kita seperti selebriti. Ini harus dijaga juga. Bagaimanapun, mental pemain bisa berubah kalau euforia tidak bisa terkendali."

Lalu, bagaimana kepengurusan Anda kelak agar bisa lepas dari kepentingan?   "Kita harus membuat pengelolaan yang lebih profesional. Kita ingin klub-klub itu lepas dari kepentingan sehingga mendapatkan trust dari sponsor dan perusahaan-perusahaan yang ingin memberikan promosinya. Jadi (kepentingan) harus dilepas. Siapa pun pengelolanya, kalau berhasil atau juara, akan mendapatkan pengakuan bahwa orang ini mampu mengelola secara profesional."

Tapi, ada yang menuding Anda kepanjangan tangan rezim Nurdin Halid?
"Saya dibesarkan selalu independen. Dalam kita bersikap hak-hak politik, tentunya kita memiliki hak-hak pribadi. Kita memiliki independensi tinggi dan netralitas tinggi. Saya bersyukur hal itu bisa dipertanggungjawabkan.      

Jika terpilih nanti, Anda dituntut bisa menyelesaikan masalah LPI. Apa solusi yang Anda tawarkan?
"Harus kita gabung. Tidak ada jalan lain. Kita harus mematuhi statuta PSSI yang disahkan oleh FIFA. Kita tidak ingin ada kompetisi di luar PSSI. Kita harus akomodasi mereka. Kita menghargai pengorbanan mereka. Kita menghargai kreativitas mereka. Kita harus gabungkan potensi-potensi ini untuk membangun suatu kompetisi yang sehat."

"Kita tidak ingin ada kepentingan memperbesar, tetapi kita melupakan kualitas. Yang kita kejar adalah kualitas. Penonton pastinya akan menikmati pertandingan bola sehingga banyak penonton di stadion. Banyaknya penonton yang datang ke stadion akan meningkatkan pendapatan klub. Enak ditonton di televisi, iklan pasti datang.

"Kita ingin membangun klub-klub yang profesional. Kita ingin klub-klub besar tetap berada di lima atau enam besar. Kita tidak ingin, misalnya, Persija tahun ini juara, tetapi tahun depan mereka degradasi. Tidak ada konsistensi dalam mengelola klub. Ini yang terjadi sekarang. Ada klub yang sudah konsisten seperti Persipura dan Sriwijaya FC. Kedua klub sudah dikelola secara profesional. Mereka teruji ketahanannya. Klub yang sudah profesional, kita jaga mereka."

"Kita tidak ingin terjadi lagi klub tidak bisa bayar gaji pemain atau klub tidak bisa ikut berkompetisi karena kesulitan pendanaan. Ini tantangan yang paling berat. Bagaimanapun klub profesional landasan bagi tim nasional yang kuat."

Bagaimana pendapat Anda tentang pemain asing?
"Pemain asing dalam starting eleven dari maksimal lima pemain harus dan wajib dikurangi menjadi cukup maksimal tiga pemain saja untuk memberikan kesempatan lebih besar kepada pemain lain, terutama pemain muda. Selain itu, hal ini bisa diambil positifnya bagi setiap tim untuk memiliki pemain asing berkualitas tinggi dari segi harga (untuk ISL). Sedangkan Divisi Utama maksimal dua pemain asing.

Apa pendapat Anda soal pengurangan kuota pemain asing?
"Setuju (kalau tiga pemain asing). Mengapa kita menggunakan lima pemain asing? Dengan menggunakan banyak pemain asing, kesempatan pemain lokal bermain jadi terbatas. Saya setuju pemain asing kita kurangi."

Apa manfaat dari pengurangan kuota pemain asing?
"Kita berharap nanti ada suatu klub diperkuat lima pemain tim nasional. Kayak model Spanyol. Real Madrid itu formatnya tim nasional. Barcelona, Villarreal, dan sebagainya. Itu, kan, miniatur tim nasional. Itu yang harus kita buat."

"Sebagaimana pemain Persija, Sriwijaya, dan Persipura, memiliki minimal lima pemain tim nasional. Kalau itu bisa terjadi, tim nasional kita akan lebih kuat. Tim nasional itu waktu latihannya pendek. Jadi, kalau mereka sudah berkelompok dalam suatu klub berbulan-bulan, mereka memiliki kebiasaan yang sama. Misalnya, Persipura memiliki lima pemain tim nasional. Lima pemain ini dibawa ke tim nasional. Kan, ini sudah membawa suatu kekompakan yang teruji. Kita tinggal tambal saja kekurangannya."

"Hal ini yang harus kita buat. Kita tidak ingin di dalam tim nasional, ada satu pemain dari klub ini, ada satu dari klub lain. Hal ini membuat pelatih tim nasional kita seperti menjahit barang yang baru lagi. Padahal, kalau pelatih mengumpulkan tiga pemain dari klub A, lima pemain dari klub B, dan empat dari klub C, cukup memudahkan. Tinggal pelatih memilih starting eleven dan strateginya. Jangan lagi mengajarkan teknik-teknik bermain bola. Teknik-teknik bermain bola, kan, sudah diajarkan di klub dan akademi."

Tentang Badan Tim Nasional (BTN) tengah gencar-gencarnya dengan program naturalisasi?
"Kalau itu alasannya kurang pemain dan warga Indonesia keturunan, saya kira bisa dipertimbangkan. Dengan catatan, warga Indonesia keturunan. Artinya, kalau ada keturunan Indonesia, bisa dipertimbangkan kalau memang kita butuhkan. Namun, lagi-lagi saya katakan, peran pemain lokal harus diperbanyak."

Anda menargetkan berapa tahun semua ini terlaksana?
"Harus segera. Tidak bisa terlalu lama. Satu atau dua tahun harus bisa terbentuk ini semua. Selama ini sudah ada proses dengan adanya PT Liga Indonesia dan masing-masing klub menjadi PT. Sekarang ini, proses tersebut harus dipercepat. Diperkuat manajemennya dengan membuat pelatihan-pelatihan mengelola franchise."

"Pasalnya, klub tidak hanya mengelola timnya, tetapi juga mengelola franchise-nya. Bagaimana mereka bisa menjual baju di toko dan misalnya nama besar Persipura menjadi branding merek sepatu atau yang lainnya."

"Anggaplah Real Madrid, dengan adanya logo tersebut, nilai suatu produk akan naik. Itu harus diciptakan semua. Oleh karena itu, profesional dari suatu klub bukan hanya mengelola klub, tetapi juga perusahaan. Memang ini tidak mudah. Namun, langkah-langkah ini harus dijalankan. Kita juga meminta pengertian pelaku-pelaku bola bahwa ini dilakukan untuk menyelamatkan industri sepak bola ke depan."

"Saya ingin orang-orang yang sudah punya pengalaman dalam mengelola kompetisi ini harus bergabung menjadi satu, memikirkan bagaimana kita menjadikan industri sepak bola yang baik."

"Kapal Selam Kuning" Kokoh di Jalur Champions

VILLARREAL, KOMPAS.com — Villarreal berhasil memperkokoh posisinya di zona Liga Champions. Sempat tertinggal, "Kapal Selam Kuning" akhirnya sukses menekuk Getafe 2-1 dalam lanjutan Liga BBVA, Minggu atau Senin (2/5/2011) dini hari WIB.

Di tempat keempat, Villarreal kini mengumpulkan nilai 60. Mereka unggul delapan poin dari Aletico Madrid dan Sevilla yang menempel di belakangnya.

Tampil di kandang sendiri ternyata tak menjamin Villarreal bisa mendikte lawan. Serangan Villarreal seolah mengalami kesulitan menembus pertahanan Getafe.

Justru Villarreal harus kebobolan pada menit ke-31. Para defender Villarreal kurang memerhatikan pergerakan Pedro Rios. Ia pun melakukan tendangan kaki kiri yang menghunjam gawang Villarreal, setelah memanfaatkan umpan Francisco Casquero, 0-1.

Tertinggal, Villarreal meningkatkan serangannya. Namun, baru di babak kedua tekanan Villarreal menghasilkan gol. Cani membuat kedudukan menjadi 1-1, setelah tendangan kaki kanannya menembus gawang Getafe yang dijaga Oscar Ustari.

Semangat "Kapal Selam Kuning" pun makin menggelora. Mereka terus menekan. Pada menit ke-74, Giuseppe Rossi berhasil menanduk bola sepak pojok yang dilakukan Marco Ruben. Gol yang memastikan timnya menang 2-1.

Susunan Pemain
Villarreal:
13-Diego Lopez; 4-Mateo Musacchio, 26-Kiko (9-Marco Ruben 70), 11-Joan Capdevila, 27-Mario Gaspar Perez Martinez, 21-Bruno, 20-Borja Valero, 10-Cani (15-Jose Manuel Catala 77), 8-Santi Cazorla (43-Wakaso Mubarak 81), 22-Giuseppe Rossi, 7-Nilmar

Getafe: 1-Oscar Ustari; 23-Ivan Marcano, 2-Daniel Diaz, 3-Mane, 24-Miguel Torres Gomez, 22-Francisco Casquero (18-Derek Boateng 68, 17-Victor Sanchez (9-Adrian Colunga 77), 27-Adrian Sardinero (19-Javier Arizmendi 73), 16-Pedro Rios, 7-Miku, 11-Daniel Parejo

Casillas Optimistis Bisa Balas Barca

MADRID, KOMPAS.com — Kiper dan kapten Real Madrid, Iker Casillas, masih optimistis timnya bisa ke final Liga Champions. Meski kalah 0-2 di kandang pada leg pertama, ia dan rekan-rekannya siap membalasnya pada leg kedua di Camp Nou, Selasa atau Rabu (4/5/2011).

Casillas geram karena media massa seolah sudah memastikan partai final Liga Champions antara Barcelona melawan Manchester United (MU). Sebab, MU juga menang 2-0 pada leg pertama di kandang Schalke. Menurutnya, ini belum berakhir.

"Nama kedua tim yang akan tampil di final Liga Champions belum diketahui," tegas Casillas di situs resmi Real Madrid.

"Anda tak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kami akan bermain di Barcelona untuk memastikan siapa yang pantas ke final. Empat tim di semifinal masih punya peluang lolos ke final," tambahnya.