Tuesday, July 19, 2011

Corvino: Milan Buru Montolivo

Kapten Fiorentina, Riccardo Montolivo.

FIRENZE, KOMPAS.com Direktur Fiorentina Pantaleo Corvino mengatakan, gelandang Riccardo Montolivo sedang didekati klub AC Milan. Ia pun mengaku yakin, Montolivo akan pindah musim ini karena tak berniat bertahan lagi di Artemio Franchi.

Montolivo yang kini menjabat sebagai kapten "La Viola" telah menolak perpanjangan kontrak dengan klubnya. Mau tak mau, Fiorentina harus menjualnya sekarang karena kontrak Montolivo akan habis tahun depan.

"Mungkin Milan sedang memburu Riccardo, tetapi mereka tidak pernah meminta saya menjualnya. Jelas, saya sudah berada di pasar transfer selama bertahun-tahun dan tahu bagaimana ini semua berjalan," ujar Corvino seperti dilansir Football Italia.

Corvino belum mau menegaskan apa keputusan klub terhadap kapten tim tersebut. "Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Pemain yang berada di Fiorentina adalah mereka yang benar-benar ingin berada di sini," lanjut Corvino.

"Saya telah berbicara dengan agen Montolivo dan menyadari tidak ada kesempatan sama sekali untuk membuka kembali pintu negosiasi. Kami membantunya tumbuh dan menjadikannya kapten. Jadi, bisa dimengerti kenapa pemilik klub merasa dikhianati," sambung Corvino.

Brasil VS Paraguay Lewati Babak Tambahan

LA PLATA, KOMPAS.com — Meski menguasai jalannya pertandingan, Brasil tetap tak mampu menjebol gawang Paraguay dalam laga perempat final Copa America 2011, Minggu atau Senin (18/7/2011) dini hari WIB. Kedudukan 0-0 pun memaksa kedua tim  melanjutkan pertandingan ke babak tambahan.

Pertandingan di babak pertama berjalan ketat. Brasil yang mencoba menguasai permainan harus menghadapi permainan disiplin para pemain Paraguay. Hasilnya, Brasil kesulitan untuk mengembangkan permainan dan kerap gagal menerobos pertahanan lawan.

Ini terbukti dengan fakta bahwa Brasil hanya mampu menciptakan tiga peluang hingga menit ke-30. Namun, hanya dua yang benar-benar mengancam gawang Paraguay yang dikawal Justo Villar. Peluang tersebut didapat Neymar pada menit ke-7 dan ke-27. Sayang, kedua tembakan Neymar masih belum menemui sasaran.

Brasil sebenarnya punya peluang terbaik pada menit ke-34. Berawal dari tendangan bebas Andre Santos, Lucio yang berdiri bebas berhasil menyontek bola ke arah gawang Paraguay. Sial bagi Brasil, bola masih bisa diblok oleh Villar.

Pada babak kedua, Brasil tampil lebih menekan. Ancaman mereka awali lewat kaki Neymar. Namun, kali ini upaya pemain membela Santos tersebut berhasil dihalau oleh bek Paraguay.

Pada menit ke-67, giliran Paulo Henrique Ganso yang mendapat peluang emas. Namun, Villar dengan sigap menepis bola hasil tendangan kaki kiri Ganso yang mengarah ke sudut kiri bawah gawangnya.

Villar kembali menyelamatkan gawangnya pada menit ke-73. Kali ini, bola hasil tendangan keras Alexandre Pato dari jarak dekat mampu ia blok dengan satu tangan. Peluang kedua Pato lewat sontekan pada menit ke-82 pun berhasil diselamatkan Villar.

Brasil lagi-lagi nyaris mencetak gol. Berawal dari tendangan sudut, bola hasil tandukan pemain pengganti, Fred, sebenarnya sudah tak bisa dijangkau oleh Villar dan mengarah tepat ke arah gawang. Sayang, masih ada salah satu pemain Paraguay yang menghalau bola untuk menembus gawangnya.

Meski menguasai jalannya pertandingan, Brasil tetap tak mampu menjebol gawang lawan. Kedudukan 0-0 tetap bertahan dan pertandingan harus diakhiri lewat babak tambahan.

Susunan pemain

Brasil: Julio Cesar, Maicon, Andre Santos, Thiago Silva, Lucio, Lucas Leiva, Paulo Henrique Ganso, Ramires, Robinho, Pato, Neymar (Fred 80).

Paraguay: Justo Villar, Dario Veron, Aureliano Torres (Alvis Marecos 70), Paulo Da Silva, Antolin Alcaraz, Cristian Riveros, Victor Caceres, Enrique Vera (Edgar Barreto 62), Marcelo Estigarribia, Lucas Barrios (Hernan Perez 82), Nelson Valdez.

Monday, July 18, 2011

Eto'o: Kami Harus Bersatu

MILAN, KOMPAS.com — Striker Inter Milan, Samuel Eto'o, mengajak timnya untuk bersatu padu dan kembali meraih gelar seperti yang mereka lakukan pada musim 2009-2010.

Musim lalu, Inter memang gagal mengulangi sukses mereka pada musim sebelumnya. Pada Serie-A, Inter harus mengakui keunggulan rival sekota mereka, AC Milan. Adapun di Liga Champions, Inter hanya berhasil menembus babak perempat final sebelum disingkirkan wakil Jerman, Schalke 04. Padahal musim sebelumnya, "I Nerazzurri" tampil perkasa dengan merebut treble winners.

"Dalam dua musim terakhir, kami memenangkan banyak trofi karena kami bersatu. Kami harus bersatu musim ini sehingga tujuan kami bisa tercapai," kata Eto'o seperti dilaporkan Goal.com Italia.

Eto'o pun menyebut target utama timnya saat ini adalah menjuarai Piala Super Italia 2011. Untuk mencapai target tersebut, Inter harus berhadapan dengan Milan, 6 Agustus mendatang.

"Target pertama kami adalah Piala Super Italia di Beijing melawan Milan pada bulan Agustus," ujarnya.

Ketika ditanya soal masa depannya, striker asal Kamerun ini menjawab, "Sejak aku pertama memakai seragam Inter, aku tahu telah memulai sebuah kisah cinta. Aku berharap sudah bisa memenangkan hati para penggemar Inter dalam beberapa tahun terakhir."

Mazzarri: Hamsik Senang Tetap di Napoli

Gelandang Napoli, Marek Hamsik.

SAN PAOLO, KOMPAS.com - Setelah melakukan diskusi dengan gelandang andalannya, Marek Hamsik, pelatih Napoli, Walter Mazzarri, menyatakan bahwa sang bintang akan bertahan di San Paolo musim depan. Ini tampaknya akan menjadi akhir dari spekulasi masa depan pemain asal Slovakia tersebut.

Sebelumnya hangat diberitakan media Italia bahwa Hamsik akan berseragam AC Milan musim depan. Hamsik sendiri sempat menyatakan, akan menguntungkan bagi kariernya jika pindah ke tim asuhan Massimiliano Allegri tersebut.

Namun sayang, transfer Hamsik ke Milan terbentur keinginan sang presiden, Aurelio De Laurentiis yang ngotot mempertahankannya. Milan pun menyerah dan mulai mengalihkan bidikannya.

"Saya sudah berbicara dengan Hamsik dan dia menegrtahi cara berpikir saya. Dia akan memberikan semuanya (di sini) dan sangat termotivasi. Dia senang untuk tinggal di Napoli," kata Mazzarri seperti dikutip La Gazzetta dello Sport, Senin (18/7/2011).

Andalkan Cisse-Klose, Lazio Calon Juara

ROMA, KOMPAS.com - Presiden Lazio, Claudio Lotito, mengaku yakin duet penyerang barunya, Miroslav Klose dan Djibril Cisse, dapat membantu Lazio melangkah jauh di Serie-A musim depan.

Lazio sukses mendatangkan kedua bomber maut itu musim ini. Klose ditarik gratis dari Bayern Muenchen, sementara Cisse dibeli dari Panathinaikos. Lotito menilai, kedua penyerang haus gol itu bisa membantu "I Biancolesti" kembali menjadi klub yang disegani di Italia.

"Kami telah mendatangkan Klose dan Cisse. Kami berharap mereka akan menentukan perjalanan kami dalam hal fisik, kualitas, karakter dan pengalaman. Mereka dapat membantu Lazio kembali ke papan atas di Italia dan Eropa. Dengan Cisse dan Klose di lini penyerangan, Lazio akan melangkah jauh," seru Lotito.

"Saya menghargai kualitas moral Klose, karena ia adalah sosok profesional yang akan meningkatkan kualitas tim ini. Saya juga harus berterima kasih kepada Cisse, karena ia mendapat tawaran lain, tapi tetap ingin bergabung dengan Lazio. Ia ingin membuktikan kemampuannya di Serie-A setelah pulih dari dua cedera yang sangat serius. Ia memiliki kekuatan karakter yang besar," jelas Lotito.

Lazio bergerak cukup baik di bursa trasnfer ini. Selain Klose dan Cisse, Lazio juga sukses mendapatkan Marius Stankevicius, Abdoulay Konko, Lorik Cana, dan Federico Marchetti. 

Pavlyuchenko Tak Bisa ke Lain Hati

Penyerang Tottenham Hotspur, Roman Pavlyuchenko.

LONDON, KOMPAS.com — Penyerang Roman Pavlyuchenko sangat mencintai klubnya, Tottenham Hotspur, dan tak berniat pindah ke lain hati. Hal ini dikatakan oleh agennya, Oleg Artemov.

Pavlyuchenko, yang berasal dari Rusia, sebenarnya kesulitan masuk tim utama "Spurs". Ia bahkan sering mengaku frustrasi karena kalah bersaing dengan penyerang lainnya, macam Jermain Defoe dan Peter Crouch.

Musim lalu, Pavlyuchenko juga beberapa kali mengutarakan niatnya pindah dari White Hart Lane. Klub Rusia, Spartak Moscow, diberitakan tertarik untuk membelinya pada bursa transfer ini. Namun, menurut sang agen, hal itu sulit terealisasi.

"Kami belum bicara tentang masa depan Roman dengan Tottenham. Tim itu sedang berada di Afrika Selatan. Setelah kembali, kami baru akan bernegosiasi tentang perpanjangan kontrak," kata Artemov.

"Kami tidak peduli dengan tawaran lain karena Roman ingin bertahan di London. Hatinya milik Tottenham," ujar Artemov. (GL)

Brasil Masih Sulit Tembus Pertahanan Paraguay

LA PLATA, KOMPAS.com — Kesulitan menembus pertahanan Paraguay, Brasil sementara ditahan imbang 0-0 hingga akhir babak pertama perempat final Copa America 2011, Minggu atau Senin (18/7/2011) dini hari WIB.

Pertandingan pada babak pertama berjalan ketat. Brasil yang mencoba menguasai permainan harus menghadapi permainan disiplin para pemain Paraguay. Hasilnya, Brasil kesulitan untuk mengembangkan permainan dan kerap gagal menerobos pertahanan lawan.

Ini terbukti dengan fakta bahwa Brasil hanya mampu menciptakan tiga peluang hingga menit ke-30. Namun, hanya dua yang benar-benar mengancam gawang Paraguay yang dikawal Justo Villar. Peluang tersebut didapat Neymar pada menit ke-7 dan ke-27. Sayang, kedua tembakan Neymar masih belum menemui sasaran.

Brasil sebenarnya punya peluang terbaik pada menit ke-34. Berawal dari tendangan bebas Andre Santos, Lucio yang berdiri bebas berhasil menyontek bola ke arah gawang Paraguay. Sial bagi Brasil, bola masih bisa diblok oleh Villar.

Susunan pemain

Brasil: Julio Cesar, Maicon, Andre Santos, Thiago Silva, Lucio, Lucas Leiva, Paulo Henrique Ganso, Ramires, Robinho, Pato, Neymar.

Paraguay: Justo Villar, Dario Veron, Aureliano Torres, Paulo Da Silva, Antolin Alcaraz, Cristian Riveros, Victor Caceres, Enrique Vera, Marcelo Estigarribia, Lucas Barrios, Nelson Valdez.