Showing posts with label Kalah. Show all posts
Showing posts with label Kalah. Show all posts

Saturday, December 3, 2011

Wenger: Arsenal Tak Seharusnya Kalah

Manajer Arsenal, Arsene Wenger.

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Arsenal, Arsene Wenger, menilai anak didiknya bermain bagus dan tidak seharusnya kalah 0-1 dari Manchester City pada perempat final Piala Carling, di Emirates, Selasa (29/11/2011).

Gol semata wayang diciptakan Sergio Aguero pada menit ke-83. Gol bermula dari serangan balik, setelah tendangan sudut untuk Arsenal.

"Ini adalah pertandingan dengan sangat sedikit peluang. Kedua tim berjuang habis-habisan, tetapi tak menciptakan banyak peluang. Saya merasa kami kalah pada saat kami tidak seharusnya kalah," ujar Wenger.

"Saya tak merasa kami pantas kalah karena kami bermain bagus dan Anda bisa lihat kami sedikit naif karena kami mendapat tendangan sudut dan mereka mendapat gol."

"Kami tak memperhitungkan waktu dengan baik untuk mengeksekusi tendangan sudut, pemain yang seharusnya berada di belakang tak punya waktu yang cukup untuk kembali ke posisinya, dan kami kalah."

"Namun, secara umum, kami tampil bagus dan ada sejumlah poin positif dalam performa kami," tuturnya.

Menurut catatan Soccernet, selama pertandingan Arsenal menguasai bola sebanyak 49 persen dan menciptakan tujuh peluang emas dari sepuluh kali usaha. Adapun City melepaskan dua tembakan akurat dari sembilan kali percobaan.

Tuesday, November 22, 2011

Mata: Kalah dari Inggris, Kami Tetap Juara Dunia dan Eropa

Pemain sayap Spanyol, Juan Mata.

LONDON, KOMPAS.com - Gelandang serang tim nasional Spanyol, Juan Mata, menilai kekalahan 0-1 yang diderita timnya ketika berhadapan dengan timnas Inggris di laga uji coba, Sabtu atau Minggu (13/11/2011) dini hari WIB, tak akan mengubah indentitas mereka sebagai juara dunia dan juara Eropa.

Dalam laga yang berlangsung di Wembley tersebut, Spanyol sebenarnya lebih mendominasi laga. Hampir sepanjang pertandingan Spanyol membuat Inggris bertahan di daerah mereka sendiri. Sayang, akibat lengah beberapa menit saja, gawang mereka akhirnya dijebol oleh tandukan Frank Lampard.

"Tim kami tak kehilangan identitas. Kami mencoba bermain dengan cara yang kami tahu dan mencoba untuk mencetak gol, tapi mereka (Inggris) mencetak gol di kesempatan pertama mereka," ujar Mata.

"Inggris tak membuat kami terkejut karena kami tahu mereka salah satu tim yang difavoritkan untuk mengan di Piala Eropa 2012 karena sejarah dan skuad yang mereka miliki," sambungnya.

Ia menambahkan, "Kami tahu dua laga persahabatan terakhir kami tak berjalan baik, tapi kami telah melakukan hal yang bagus di pertandingan resmi."

Selanjutnya, Spanyol akan menghadapi Kosta Rika pada Selasa (15/11/2011).

Saturday, November 12, 2011

Fabregas Senang Barca Tidak Kalah

Gelandang Barcelona, Cesc Fabregas, merayakan golnya ke gawang Athletic Bilbao, dalam lanjutan Liga BBVA, di San Mames, Minggu (6/11/2011).

BILBAO, KOMPAS.com - Gelandang Barcelona, Cesc Fabregas, mengaku senang meski hanya bermain seri 2-2 melawan Atlhetic Bilbao dalam laga lanjutan Liga BBVA, Minggu atau Senin (7/11/2011) dini hari WIB.

Barcelona bisa dibilang beruntung memetik satu poin di San Mames. Dalam waktu normal, mereka sudah tertinggal 1-2 dari Bilbao. Beruntung, ada Lionel Messi yang mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time.

"Inilah tipikal dari pertandingan di San Mames. Bilbao tim yang punya keberanian dan usaha yang fantastis. Kami tahu ketika mereka dilatih Marcelo Bielsa, mereka akan jadi rival yang berat untuk kami. Namun, kami senang bisa mempertahankan rekor tak terkalahkan kami musim ini," ujar Fabregas.

"Kami menunjukkan karakter yang hebat dan aku sangat senang. Hal terpenting untukku adalah membantu tim, tapi sekarang kami harus memikirkan Hospitalet," lanjutnya.

Barcelona akan menghadapi Hospitalet pada pertandingan leg pertama babak ke 32 Copa Del Rey, 9 November mendatang.

Sunday, November 6, 2011

Laos Kalah Karena Kualitas dan Lapangan

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Pemain Myanmar, Min Min Thu (kanan) terjatuh saat dijegal pemain Laos dalam laga penyisihan Grup B cabang sepak bola SEA Games XXVI/2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (3/11/2011). Meskipun bermain dengan 10 pemain, Myanmar berhasil mengalahkan Laos dengan skor 3-2.

JAKARTA, KOMPAS.com — Laos yang tampil sebagai favorit harus menelan pil pahit saat berhadapan dengan Myanmar dalam laga penyisihan Grup B SEA Games XXVI/2011, Kamis (3/11/2011). Bermain menghadapi 10 orang Myanmar, Laos takluk dengan skor tipis 2-3.

Pelatih Laos, Hans Peter Schaller, mengatakan, timnya memang kalah kualitas dari Myanmar. Ia beranggapan, tim lawan punya beberapa pemain berkualitas yang bisa mengubah keadaan. Namun, dirinya tak menyebut secara rinci siapa-siapa saja pemain tersebut.

Selain soal kualitas, faktor lapangan yang becek juga menjadi alasan Schaller. Lapangan Stadion Gelora Bung Karno yang jadi tempat bertanding memang sempat becek dan licin karena diguyur hujan deras.

"Kondisi lapangan yang basah menyulitkan kami dalam melakukan serangan. Kami juga sulit dalam mengontrol bola," tutur Schaller kepada wartawan seusai pertandingan. Dalam laga selanjutnya, Laos akan berhadapan dengan Brunei Darussalam pada hari Senin (7/11/2011).

Saturday, November 5, 2011

Laos Kalah karena Kualitas dan Lapangan

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Pemain Myanmar, Min Min Thu (kanan) terjatuh saat dijegal pemain Laos dalam laga penyisihan Grup B cabang sepak bola SEA Games XXVI/2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (3/11/2011). Meskipun bermain dengan 10 pemain, Myanmar berhasil mengalahkan Laos dengan skor 3-2.

JAKARTA, KOMPAS.com — Laos yang tampil sebagai favorit harus menelan pil pahit saat berhadapan dengan Myanmar dalam laga penyisihan Grup B SEA Games XXVI/2011, Kamis (3/11/2011). Bermain menghadapi 10 orang Myanmar, Laos takluk dengan skor tipis 2-3.

Pelatih Laos, Hans Peter Schaller, mengatakan, timnya memang kalah kualitas dari Myanmar. Ia beranggapan, tim lawan punya beberapa pemain berkualitas yang bisa mengubah keadaan. Namun, dirinya tak menyebut secara rinci siapa-siapa saja pemain tersebut.

Selain soal kualitas, faktor lapangan yang becek juga menjadi alasan Schaller. Lapangan Stadion Gelora Bung Karno yang jadi tempat bertanding memang sempat becek dan licin karena diguyur hujan deras.

"Kondisi lapangan yang basah menyulitkan kami dalam melakukan serangan. Kami juga sulit dalam mengontrol bola," tutur Schaller kepada wartawan seusai pertandingan. Dalam laga selanjutnya, Laos akan berhadapan dengan Brunei Darussalam pada hari Senin (7/11/2011).

Thursday, March 3, 2011

Mourinho 9 Tahun Tak Pernah Kalah di Kandang

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho.

MADRID, KOMPAS.com - Jose Mourinho baru menukangi Real Madrid akhir musim lalu dan belum memberikan gelar apa pun. Namun, itu tak mencegahnya mencatatkan rekor pribadi sebagai pelatih, yaitu tak pernah kalah dalam pertandingan kandang di liga, selama sembilan tahun.

Kekalahan kandang terakhir yang dikecap Mourinho adalah ketika FC Porto dibekuk Beira Mar 2-3, 23 Februari 2002. Setelah itu, Mourinho melakoni 147 pertandingan kandang di liga bersama Porto, Chelsea, Inter Milan dan Real Madrid dan meraih 122 kemenangan dan 25 hasil imbang dan rekor memasukkan 331 gol dan kebobolan 87 kali.

Laga kandang liga terakhir yang dilakoni Mourinho adalah melawan Levante, akhir pekan lalu yang berakhir 2-0. Sepasang gol Madrid dicetak oleh Karim Benzema dan Ricardo Carvalho. (SCN)

Sunday, February 27, 2011

Kalah dari Iran, Memori Buruk Rusia

DOHA, KOMPAS.com — Pelatih Rusia, Dick Advocaat, menilai kekalahan timnya 0-1 dari Iran, Rabu atau Kamis (10/2/2011) dini hari WIB, karena para pemainnya tidak dalam kondisi fit. Selain itu, mereka tak punya waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri jelang laga ini. Kekalahan tersebut akan menjadi kenangan buruk bagi sepak bola Rusia.

"Tak mengejutkan jika banyak pemain yang kelelahan. Sebagian besar dari mereka mempersiapkan diri dengan klub mereka dan kami hanya punya dua hari untuk latihan. Banyak pemain yang tidak fit," ujar Advocaat kepada Championat.ru.

Meski demikian, pria yang menggantikan tugas Guus Hiddink ini tetap mengakui bahwa timnya juga bermain jelek, khususnya pada babak kedua. "Di babak pertama, permainan tidaklah buruk. Namun, pada babak kedua, kami gagal untuk melakukan permainan yang berkualitas. Ini tentu hasil yang tak memuaskan. Pertandingan ini akan menjadi memori buruk bagi sepak bola Rusia," katanya.

Advocaat kemudian menjelaskan kenapa ia banyak melakukan pergantian dalam laga tersebut. "Banyaknya pergantian pemain dimaksudkan agar pemain siap untuk pertandingan Rusia selanjutnya," ucapnya.

Penulis: Wirawan Kusuma   |   Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...

Thursday, February 24, 2011

Ancelotti: Chelsea Kalah Bukan karena "Berlian"

Penyerang Chelsea, Fernando Torres, dan manajer Carlo Ancelotti.

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Chelsea Carlo Ancelotti menilai timnya kalah 0-1 dari Liverpool bukan karena menggunakan pola 4-1-2-1-2 (berlian), melainkan karena lawan bermain lebih baik pada duel Premier League, Minggu (6/2/2011).

Pola itu juga digunakan Chelsea saat melawan Sunderland, Selasa (1/2/2011), yang berakhir 4-2 untuk Chelsea. Menurut Ancelotti, Chelsea juga bermain seperti itu saat melawan Liverpool.

Menurut Ancelotti, dibandingkan dengan saat melawan Sunderland, Chelsea bermain kurang cepat saat menghadapi Liverpool. Itu membuat lawan punya cukup waktu untuk menutup ruang dan dengan demikian mempersulit Chelsea mengakhiri serangan dengan eksekusi sempurna.

"Kami bermain fantastis dengan bentuk permainan seperti saat di Sunderland dan kami ingin mengulangnya. Liverpool mengubah bentuk permainan mereka," ujar Ancelotti.

"Mereka sangat kuat dalam hal bertahan dan memberikan tekanan besar saat di wilayah pertahanan mereka. Kami tak menemukan solusi yang tepat. Saya pikir, imbang adalah hasil yang ideal karena kami tak banyak terancam. Namun, inilah sepak bola," katanya.

"Liverpool bermain dengan baik hari ini, dengan kekuatan, kekuatan, dan sikap fantastis. Masalahnya bukan karena pemain ini. Mereka punya kualitas tinggi. Saya harus mencoba memainkan mereka bersama dan saya akan melakukan segalanya untuk itu. Mereka memiliki kualitas bagus. Bentuk permainan mereka juga bagus. Jelas kami bisa bermain lebih baik sebagai tim, tidak hanya di lini serang. Namun, ketika Anda tak bermain  dengan cepat dari belakang, Anda kesulitan menemukan ruang di depan," tuturnya. (CHE)

Wednesday, February 2, 2011

Biar Kalah, Barca ke Semifinal

Penyerang Barcelona, Lionel Messi, merayakan golnya ke gawang Real Betis, pada leg kedua perempat final Copa del Rey, Rabu (19/1/2011).

SEVILLA, KOMPAS.com — Barcelona menyerah 1-3 kepada Real Betis pada pertandingan leg kedua perempat final Copa del Rey di Stadion Manuel Ruiz de Lopera, Rabu (19/1/2011). Mengingat pada leg pertama Barcelona menang 5-0, mereka tetap berhak melaju ke semifinal.

Sepasang gol pertama tuan rumah dicetak oleh Jorge Molina pada menit kedua dan ketujuh. Gol lain diciptakan oleh Arzu pada menit ke-45. Arzu membobol gawang Jose Manuel Pinto dengan memanfaatkan bola yang dibuang Gabriel Milito secara tidak sempurna.

Adapun gol semata wayang Barcelona diciptakan oleh Lionel Messi pada menit ke-38. Menguasai bola sendirian, Messi menggiring bola melewati bek David Belenguer dan masuk ke kotak penalti, sebelum menembakkan bola. Bola bergulir melewati antara kaki Espinosa Barriga Casto sebelum masuk gawang.

Messi sebetulnya berpeluang menambah gol ketika dipercaya mengeksekusi penalti pada menit ke-54, menyusul handsball yang dilakukan Isidoro. Namun, tembakannya melambung di atas mistar gawang Betis.

Susunan pemain:
Betis:
Espinosa Barriga Casto; David Belenguer, Isidoro, Rodrigues De Barros Roversio; Arzu, Perez Nacho, Santos Iriney (Jose Ruiz Herrera Canas  61), Salvador Lopez Sevilla, Calvente Criado Ezequiel (Fernando Vega 65); Jonathan, Jorge Molina (Bascon Israel  79)
Barcelona:
Jose Manuel Pinto; Scherer Andrade Maxwell, Gabriel Milito, Gerard Pique, Adriano; Seydou Keita, Xavi (Sergio Busquets  78), Javier Mascherano, Ibrahim Afellay (Eric Abidal  78); Lionel Messi, Bojan Krkic (Suarez Jeffren 86)

Wednesday, January 12, 2011

Kalah Terus, Liverpool Dekati Mertesacker

Bek Jerman dan Werder Bremen, Per Mertesacker.

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Direktur Sepak Bola Liverpool Damien Comolli menilai lini belakang sebagai penyebab timnya sulit menang di Premier League musim ini dan mengatakan akan membenahi itu dengan membeli bek di jendela transfer kedua, Januari ini.

"The Kop" sendiri beberapa waktu lalu gencar diberitakan media-media Inggris ingin mendatangkan pemain bertahan Lille, Adil Rami, untuk memperkuat lini belakang mereka. Namun, Menurut Daily Mirror, "The Reds" mengalihkan perhatiannya kepada bek tangguh milik Werder Bremen, Per Mertesacker, setelah negosiasi dengan Lille berjalan alot.

Bremen disebut bersedia menjual Mertesacker kepada klub mana pun yang berani menawarnya sebesar 10 juta poundsterling atau sekitar Rp 140 miliar. (MIR)