Saturday, December 3, 2011

Arsenal-City Masih Sama Kuat

LONDON, KOMPAS.com — Arsenal bermain imbang tanpa gol dengan Manchester City, sampai turun minum pada pertandingan perempat final Piala Carling, di Emirates, Selasa (29/11/2011).

City mencoba menekan, tetapi setelah Emmanuel Frimpong berhasil merebut bola dari Edin Dzeko pada menit kedua, Arsenal melancarkan serangan yang berujung tembakan jarak jauh Ignazi Miguel pada menit keenam, yang dijinakkan Costel Pantilimon.

Setelah eksekusi Adam Johnson pada menit kesepuluh, Arsenal juga bereaksi cepat membangun serangan baru yang dituntaskan dengan sebuah tembakan oleh Park Chu Young pada menit ke-11. Lagi-lagi Pantilimon berhasil menyelamatkan gawangnya.

City kemudian menciptakan dua peluang beruntun melalui Pablo Zabaleta pada menit ke-15 dan Dzeko pada menit ke-20. Sementara usaha Zabaleta melenceng, tembakan Dzeko bisa diantisipasi Lukasz Fabianski.

Setelahnya, ada dua peluang emas tercipta, yang semua berasal dari kubu Arsenal. Setelah eksekusi Francis Coquelin pada menit ke-26 dimentahkan Pantilimon, Alex Oxlade-Chamberlain juga melihat usahanya mengalami hasil serupa pada menit ke-28.

Selama paruh pertama, Arsenal menguasai bola sebanyak 52 persen dan menciptakan empat peluang emas dari empat kali usaha. Adapun City melepaskan satu tembakan akurat dari tiga kali percobaan.

Susunan pemain
Arsenal:
Lukasz Fabianski; Sebastien Squillaci, Johan DJourou, Laurent Koscielny, Ignasi Miguel; Yossi Benayoun, Emmanuel Frimpong, Alex Oxlade-Chamberlain; Park Chu-Young, Marouane Chamakh

Man City: Costel Pantilimon; Kolo Toure, Nedum Onuoha, Pablo Zabaleta, Aleksandar Kolarov (Sergio Aguero 32), Stefan Savic; Owen Hargreaves, Nigel De Jong, Samir Nasri, Adam Johnson; Edin Dzeko

Wasit: Lee Probert

Wenger: Arsenal Tak Seharusnya Kalah

Manajer Arsenal, Arsene Wenger.

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Arsenal, Arsene Wenger, menilai anak didiknya bermain bagus dan tidak seharusnya kalah 0-1 dari Manchester City pada perempat final Piala Carling, di Emirates, Selasa (29/11/2011).

Gol semata wayang diciptakan Sergio Aguero pada menit ke-83. Gol bermula dari serangan balik, setelah tendangan sudut untuk Arsenal.

"Ini adalah pertandingan dengan sangat sedikit peluang. Kedua tim berjuang habis-habisan, tetapi tak menciptakan banyak peluang. Saya merasa kami kalah pada saat kami tidak seharusnya kalah," ujar Wenger.

"Saya tak merasa kami pantas kalah karena kami bermain bagus dan Anda bisa lihat kami sedikit naif karena kami mendapat tendangan sudut dan mereka mendapat gol."

"Kami tak memperhitungkan waktu dengan baik untuk mengeksekusi tendangan sudut, pemain yang seharusnya berada di belakang tak punya waktu yang cukup untuk kembali ke posisinya, dan kami kalah."

"Namun, secara umum, kami tampil bagus dan ada sejumlah poin positif dalam performa kami," tuturnya.

Menurut catatan Soccernet, selama pertandingan Arsenal menguasai bola sebanyak 49 persen dan menciptakan tujuh peluang emas dari sepuluh kali usaha. Adapun City melepaskan dua tembakan akurat dari sembilan kali percobaan.

Friday, December 2, 2011

Juventus Sementara Tertinggal 0-2

NAPLES, KOMPAS.com — Napoli unggul 2-0 atas Juventus sampai akhir babak pertama pertandingan Serie-A, di San Paolo, Selasa (29/11/2011).

Gol pertama diciptakan Marek Hamsik pada menit ke-23. Dari jarak dekat, Hamsik menanduk bola masuk ke sudut kanan bawah gawang tim tamu.

Keunggulan tuan rumah diperbesar pada menit ke-40 oleh Goran Pandev. Setelah menguasai bola liar di dalam kotak penalti, Pandev menggocek Giorgio Chiellini sebelum menaklukkan Buffon dengan tendangan kaki kanan, yang membuat bola bersarang di sudut kanan bawah gawang.

Selama paruh pertama, Juventus menguasai bola sebanyak 60 persen dan menciptakan satu tembakan akurat dari empat kali percobaan. Adapun tuan rumah melepaskan tiga tembakan akurat dari lima kali percobaan.

Susunan pemain
Napoli:
Morgan De Sanctis; Paolo Cannavaro, Hugo Armando Campagnaro; Gokhan Inler, Walter Gargano, Juan Zuniga, Christian Maggio; Ezequiel Lavezzi, Goran Pandev, Marek Hamsik

Juventus: Gianluigi Buffon; Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Stephan Lichsteiner; Andrea Pirlo, Arturo Vidal, Marcelo Estigarribia, Simone Pepe; Mirko Vucinic, Alessandro Matri

Wasit: Paolo Tagliavento

Sanchez Dua Gol, Barca Ungguli Vallecano 3-0

BARCELONA, KOMPAS.com Penyerang Barcelona, Alexis Sanchez, mencetak dua gol yang membuat timnya unggul 3-0 atas Rayo Vallecano pada babak pertama lanjutan Liga BBVA, Selasa atau Rabu (30/11/2011) dini hari WIB.

Setelah menelan kekalahan perdana 0-1 oleh Getafe pada akhir pekan lalu, Barcelona berambisi mendulang poin penuh demi memperpendek jarak dari Real Madrid yang berada di puncak klasemen. Barca sementara tertinggal enam angka dari Madrid.

Maka, Barca langsung memperagakan permainan menyerang dan cepat saat melawan Vallecano untuk mengejar kemenangan. Peluang pertama dibukukan oleh Andres Iniesta pada menit kedua. Dari luar kotak penalti, Iniesta melepaskan tembakan keras ke arah pojok kiri bawah gawang Vallecano. Namun, peluang tersebut masih bisa digagalkan kiper Vallecano, David Cobeno. Cobeno kembali melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-16 dengan menggagalkan tembakan Dani Alves.

Gawang tim tamu akhirnya jebol pada menit ke-29. Cobeno tak kuasa menahan tembakan keras yang dilepaskan Alexis Sanchez. Gol berawal dari umpan terobosan Xavi kepada Sanchez. Penyerang asal Cile itu dengan skill individunya berhasil mengecoh satu bek lawan sebelum melepaskan tembakan melengkung dan terarah ke sudut kanan atas gawang Vallecano.

Publik Camp Nou kembali bersorak gembira menyambut gol yang diciptakan Sanchez pada menit ke-41. Umpan yang dilepaskan Xavi di dalam kotak penalti berhasil dimaksimalkan Sanchez menjadi gol.

Hanya berselang dua menit, gawang Vallecano kembali bergetar. Kali ini, David Villa yang mencetak gol dan membawa Barca unggul 3-0 pada babak pertama.  

Susunan Pemain
Barcelona: Victor Valdes; Gerard Pique, Javier Mascherano, Eric Abidal, Dani Alves; Xavi, Seydou Keita, Andrés Iniesta; David Villa, Lionel Messi, Alexis Sánchez

Rayo Vallecano:
David Cobeno; Jordi Figueras Montel, Javi Arribas, Casado, Mikel Labaka; Javi Fuego, Jose María Movilla, Pedro, Lass; Miguel Perez Cuesta, Michel

Aguero Tundukkan Arsenal

Penyerang Manchester City, Sergio Aguero, merayakan golnya ke gawang Arsenal, pada laga perempat final Piala Carling, di Emirates, Selasa (29/11/2011).

LONDON, KOMPAS.com — Penyerang Sergio Aguero mencetak gol yang menentukan kemenangan Manchester City 1-0 atas Arsenal pada pertandingan perempat final Piala Carling, di Emirates, Selasa (29/11/2011).

Gol tercipta pada menit ke-83. Dalam sebuah serangan balik, Adam Johnson meneruskan bola kiriman Edin Dzeko kepada Aguero. Aguero berhasil menguasai bola dan menaklukkan Lukasz Fabianski.

Bermain sebagai tamu, City mengambil inisiatif menyerang. Tetapi, setelah Emmanuel Frimpong berhasil merebut bola dari Edin Dzeko pada menit kedua, Arsenal melancarkan serangan yang berujung tembakan jarak jauh Ignazi Miguel pada menit keenam, yang dijinakkan Costel Pantilimon.

Setelah eksekusi Adam Johnson pada menit kesepuluh, Arsenal juga bereaksi cepat membangun serangan baru yang dituntaskan dengan sebuah tembakan oleh Park Chu Young pada menit ke-11. Lagi-lagi Pantilimon berhasil menyelamatkan gawangnya.

City kemudian menciptakan dua peluang beruntun melalui Pablo Zabaleta pada menit ke-15 dan Dzeko pada menit ke-20. Sementara usaha Zabaleta melenceng, tembakan Dzeko bisa diantisipasi Lukasz Fabianski.

Setelahnya, ada dua peluang emas tercipta, yang semua berasal dari kubu Arsenal. Setelah eksekusi Francis Coquelin pada menit ke-26 dimentahkan Pantilimon, Alex Oxlade-Chamberlain juga melihat usahanya mengalami hal serupa pada menit ke-28.

Pada babak kedua, Arsenal permainan cukup seimbang, dengan Arsenal yang lebih konsisten menciptakan peluang. Namun, usaha mereka gagal membuahkan gol akibat Costel Pantilimon.

Pada menit ke-51 dan ke-76, misalnya, Alex Oxlade Chamberlain melihat dua tembakan akuratnya kandas di tangan Pantilimon. Hal serupa juga terjadi pada eksekusi yang dilakukan Andrei Arshavin pada masa injury time.

Untuk City, mereka juga cukup konsisten menciptakan peluang. Namun, selain eksekusi Aguero yang berujung gol, tak ada yang sangat membahayakan gawang Arsenal.

Selama pertandingan, Arsenal menguasai bola sebanyak 49 persen dan menciptakan tujuh peluang emas dari sepuluh kali usaha. Adapun City melepaskan dua tembakan akurat dari sembilan kali percobaan.

Susunan pemain
Arsenal:
Lukasz Fabianski; Sebastien Squillaci, Johan DJourou, Laurent Koscielny, Ignasi Miguel (Thomas Vermaelen 80); Yossi Benayoun, Emmanuel Frimpong, Alex Oxlade-Chamberlain (Andrei Arshavin 87); Park Chu-Young (Gervinho 68), Marouane Chamakh

Man City: Costel Pantilimon; Kolo Toure, Nedum Onuoha, Pablo Zabaleta, Aleksandar Kolarov (Sergio Aguero 32), Stefan Savic; Owen Hargreaves (Abdul Razak 79), Nigel De Jong, Samir Nasri, Adam Johnson; Edin Dzeko

Wasit: Lee Probert

Ditunggu Ketegasan Sikap PSSI

Kita baru lepas dari euforia juara umum SEA Games XXVI, meski di cabang kebanggaan sepak bola, tim ”Garuda Muda” baru dapat mempersembahkan medali perak. Dari sisi penampilan, tim yang ditangani Pelatih Rahmad Darmawan itu tidak mengecewakan. Hanya karena tak beruntung, Garuda Muda gagal meraih gelar juara.

Seusai SEA Games, kita perlu menengok ke PSSI yang mulai memutar kompetisi yang sempat tertunda karena kesibukan di SEA Games dan menyiapkan tim senior di kualifikasi Piala Dunia. Walau terlambat, PSSI telah memulai kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) pekan lalu.

Kompetisi ini sedianya diikuti 24 tim, tetapi kenyataannya sejumlah klub tidak meregistrasi diri, dan sebagian walk out (WO) dengan tidak mengikuti jadwal sesuai terbitan PT LPIS (Liga Primer Indonesia Sportindo) yang ditunjuk PSSI sebagai badan pengelola kompetisi profesional di Indonesia.

Hingga Selasa (29/11), PT LPIS belum bisa mengalkulasi berapa tim yang akhirnya terlibat di LPI karena muncul berbagai opini dan pernyataan yang simpang siur dari klub. Dari beberapa klub yang memilih WO, disimpulkan mereka masih melihat perkembangan, atau lebih tepatnya menunggu sikap PSSI terhadap klub yang lebih dahulu menolak ikut LPI.

PSSI lambat
Otoritas tertinggi berada di tangan PSSI, terutama dalam menentukan sikap terhadap klub yang sudah jelas menolak ikut kompetisi LPI. Karena itu, PSSI harus segera menuntaskan masalah ini dengan mengambil langkah tegas. Ketegasan dan kepastian sikap PSSI ini multak diperlukan untuk mengakhiri atau paling tidak meredam gejolak yang lebih besar di masa datang. Lebih dari itu, PSSI akan lebih tenang bekerja menjalankan program lain yang selama ini terlambat atau belum disentuh sama sekali.

Sangat disayangkan klub menonjol seperti Persipura, Persib Bandung, dan Pelita Jaya tidak ikut LPI, mengingat mereka memiliki reputasi dan prestasi membanggakan di kancah sepak bola nasional. Sikap boleh saja diputuskan, tetapi konsekuensi atas sikap itu sebaiknya dipikirkan. Persipura, misalnya, otomatis kehilangan hak berlaga di Liga Champions Asia (LCA) karena regulasi AFC mengatakan klub yang terlibat di LCA harus terdaftar dan mengikuti kompetisi resmi di negaranya.

Semua pemain di klub yang ikut kompetisi bukan LPI juga akan otomatis kehilangan hak profesionalismenya. Dalam butir 2C isi kontrak antara klub dan pemain profesional disebutkan, ”Bahwa dalam rangka keikut- sertaan klub di kompetisi dan turnamen baik nasional maupun internasional yang diselenggarakan oleh PSSI, Liga, AFF, AFC dan FIFA, maka klub bermaksud melakukan ikatan kerja dengan pemain.”

Konflik internal
Juga, bukan rahasia lagi bahwa konflik internal di tubuh PSSI terjadi belakangan ini seiring rencana pengurus memunculkan berbagai program kerja. Yang paling menonjol dari konflik itu adalah adanya beberapa anggota Komite Eksekutif yang terang-terangan melangkahi keputusan rapat Exco.

Mereka ini lalu mengeluarkan pernyataan dan tindakan yang bertentangan dengan keputusan komite. Untuk itu, Komite Etika PSSI yang diketuai Todung Mulya Lubis perlu segera bertindak. Harus ada tindakan jelas dan konkret terhadap anggota Komite Eksekutif yang membuat konflik internal terembus ke publik.

Sikap pembiaran akan merusak dan merongrong kinerja PSSI. Padahal, sejumlah pekerjaan rumah dan tugas lain yang mendesak perlu mendapat perhatian dan penanganan serius.

Jika dalam dua bulan lalu PSSI memberi kesan lambat, kini saatnya PSSI menaikkan kecepatan. Berlarilah dengan gigi lima untuk dapat mengatasi semua rintangan jika memang perubahan yang menjadi komitmen awal berjalan baik. Tak usah ragu mengambil keputusan! 

AVB: Chelsea Pantas Dikritik

Para pemain Liverpool merayakan gol Maxi Rodriguez (dua dari kiri) ke gawang Chelsea, pada perempat final Piala Carling, Selasa atau Rabu (30/11/2011) dini hari WIB. Liverpool akhirnya menang 2-0 dan melaju ke babak semifinal.

LONDON, KOMPAS.com — Pelatih Chelsea, Andre Villas-Boas (AVB), menyatakan, timnya pantas dikritik atas performa buruk saat ditaklukkan Liverpool 0-2 pada babak perempat final Piala Carling, Selasa atau Rabu (30/11/2011) dini hari WIB.

"Kekalahan yang kami alami harus dikritik dan pantas diterima. Namun, kami harus terus maju. Kami harus tetap satu dan menghadapi tantangan selanjutnya," kata pelatih asal Portugal itu kepada Sky Sports.

Villas-Boas pun mengakui bahwa Liverpool tampil lebih baik daripada anak asuhnya pada pertandingan itu.

"Pada babak pertama, meskipun kami lebih unggul dalam penguasaan bola dan menyerang ke sepertiga wilayah pertahanan mereka, kami tidak bisa melakukan penyelesaian akhir di kotak penalti yang membuat mereka terancam," jelas Villas-Boas.

"Pada babak kedua, saya pikir Liverpool sangat agresif, kuat, tampil dengan permainan baik, dan mencetak gol pertama. Ketika kami berusaha membuat perubahan untuk merespons gol tersebut, mereka berhasil mencetak gol kedua," sambungnya. (SKY)