Tuesday, June 5, 2012

Zeman Resmi Latih Roma

Zdenek Zeman menjadi pelatih baru AS Roma, menggantikan Luiz Enrique.

ROMA, KOMPAS.com - AS Roma telah mengonfirmasi bahwa Zdenek Zeman resmi menjadi pelatih AS Roma, menggantikan Luiz Enrique. Zeman sudah tak asing lagi, karena sebelumnya juga pernah menangani klub tersebut.

Pelatih yang sudah lama berkarier di Italia itu dikontrak selama dua tahun. Dia terkenal dengan komentar-komentar kontroversial, termasuk tuduhannya bahwa Juventus menggunakan obat perangsang pertumbuhan kepada pemainnya.

Zeman lahir di Praha, Republik Ceko. Namun, dia sudah dinaturalisasi sebagai warga Italia. Dia melatih Roma pada 1997 dan 1999. ia dinilai memiliki gaya permainan yang menarik. Musim lalu, Zeman membawa Pescara promosi ke Serie-A.

Gerrard Geram Inggris Dilanda Badai Cedera

Kapten tim nasional Inggris, Steven Gerrard, melepaskan tendangan, pada pertandingan persahabatan melawan Norwegia, di Ullevaal Stadium, Oslo, Sabtu (26/5/2012).

LONDON, KOMPAS.com - Badai cedera yang melanda tim nasional Inggris membuat sang kapten, Steven Gerrard, geram. Gelandang Liverpool itu menilai, Inggris sangat dirugikan dengan sejumlah pemainnya yang mengalami cedera di akhir-akhir persiapan Piala Eropa 2012.

Sejak 23 pemain yang akan dibawa ke Ukraina dan Polandia diumumkan beberapa waktu lalu, Inggris terus mengalami masalah pemain karena cedera. Tim asuhan Roy Hodgson itu lebih dulu kehilangan John Ruddy, Frank Lampard, dan Gareth Barry. Terakhir, salah satu bek andalan, Gary Cahill, juga harus absen dari turnamen tersebut karena cedera.

"Aku marah karena kami kehilangan sejumlah pemain hebat ketika turnamen akan digelar dalam delapan atau sembilan hari lagi. Ini pukulan bagi kami, dan itulah yang harus Anda bayar untuk sejumlah pertandingan pemanasan," sesal Gerrard seperti dilansir Skysport.

"Untuk menjalani turnamen ini dengan baik, Anda harus mempunyai pemain hebat. Kehilangan Gary (Cahill) merupakan pukulan besar, selain Frank Lampard dan Gareth Barry," sesalnya lagi.

Di laga perdana Piala Eropa, Inggris akan meladeni tim kuat Perancis pada 11 Juni. Setelah itu, Gerarrd dan kawan-kawan akan melawan Swedia pada 15 Juni dan tuan rumah Ukraina pada 19 Juni.

Demam Piala Eropa Terasa di Mana-Mana

WARSAWA, KOMPAS.com- Empat hari menjelang kick off Piala Eropa 2012, Senin (4/6/2012) kemarin, Kota Warsawa seperti sedang dilanda wabah demam Piala Eropa. Di banyak ruas jalan, sudut-sudut kota, dan sejumlah titik area publik, atribut berbau turnamen sepak bola empat tahunan antarnegara Eropa itu merebak.

Wartawan Kompas Samsul Hadi melaporkan dari Warsawa, Polandia, Ibu kota Polandia itu telah siap dan terlihat seperti tidak sabar untuk segera menjadi arena laga pembuka, Jumat (8/6/2012) mendatang.

Bagi pengunjung yang baru tiba di ibu kota Polandia itu, demam Piala Eropa telah terasa di Bandara Chopin. Sejumlah pesawat maskapai penerbangan Polandia atau LOT Polish Airlines dihiasi gambar bola pada bagian ekornya dengan bertuliskan "Welcome to Poland 2012".

Demam itu juga dimanfaatkan pesawat lainnya yang datang dari benua lain. Pesawat "Singapore Airlines" yang dinaiki Kompas dari Singapura menuju Frankfurt, Jerman, misalnya, memuat tayangan ulasan Piala Eropa 2012 dalam salah satu menu hiburan layar kacanya.

Akankah juara bertahan Spanyol menjadi negara pertama yang menorehkan hat-trick juara di ajang turnamen besar sepak bola antarnegara setelah beruntun menjuarai Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010? Itu salah satu ulasannya.

Di dalam Bandara Chopin, Warsawa, troli-troli terlihat masih baru dan hampir semua beratribut logo serta tulisan "UEFA Euro 2012". Sejumlah papan petunjuk untuk para tamu, delegasi, fans, atau penonton terkait Piala Eropa 2012 bertebaran di mana-mana. Papan petunjuk itu bertuliskan "UEFA Euro 2012, Welcome Desk" disertai tanda panah memandu pengunjung ke meja informasi yang dijaga petugas berbahasa Inggris.

Selain tanda penunjuk arah tersebut, Senin siang itu waktu setempat, dua relawan laki-laki dan perempuan dengan memegang banner "UEFA Euro 2012 Welcome Desk" juga siap membantu pengunjung yang membutuhkan informasi.

"Meja penyambutan" untuk para tamu Piala Eropa 2012 itu setidaknya terlihat di dua lokasi, dekat pintu keluar pengunjung menuju tempat pemberhentian taksi. Di beberapa ruas jalan Kota Warsawa, satu-dua mobil yang melintas terlihat telah memasang bendera Polandia yang berwarna putih-merah (putih di atas, merah di bawah) pada bagian spionnya.

Ruas-ruas jalan itu juga berhiaskan banner, umbul-umbul, dan atribut Piala Eropa lainnya. Ini belum termasuk papan-papan reklame besar dari sponsor-sponsor resmi ajang tersebut yang juga mengkampanyekan hajatan sepak bola akbar tersebut. Pendek kata, dari suasana dan atmosfer kota, Warsawa telah siap menyambut dan mengawali Piala Eropa 2012.

Piala Eropa ke-14 itu akan dibuka Jumat (8/6) mendatang, ditandai dengan pembuka tuan rumah Polandia melawan juara Eropa 2004 Yunani di Stadion Nasional, Warsawa.

Marchisio: Italia Bisa Belajar dari Juventus

Gelandang Italia, Claudio Marchisio (depan), berebut bola dengan penyerang Rusia, Andrei Arshavin, pada laga persahabatan, di Zurich, 1 Juni 2012.

ROMA, KOMPAS.com — Juventus menjuarai Serie A 2011-2012 dengan rekor tak terkalahkan. Itu adalah gelar pertama mereka sejak promosi ke Serie A pada tahun 2007.

Pencapaian itu mengejutkan banyak orang. Selain karena tidak didukung pemain luar biasa dan pelatih berpengalaman, Juventus juga sempat mengalami inkonsistensi meraih tiga angka.

Menurut Claudio Marchisio, kasus Juventus itu tidak jauh berbeda dengan yang dialami Italia. Pada laga persahabatan terakhir sebelum putaran final Piala Eropa, Italia menyerah 0-3 kepada Rusia, 1 Juni lalu.

Gol-gol itu tidak terjadi semata-mata karena kemampuan Rusia, tetapi karena kesalahan lini belakang Italia. Mengingat di Piala Eropa nanti Italia berada satu grup dengan Spanyol, Irlandia, dan Kroasia, sejumlah kalangan pun menilai Italia tak bisa melangkah jauh, seperti ketika tersingkir di fase grup Piala Dunia 2010.

"Aku ingin menularkan rasa lapar dan kontinuitas Juventus ke tim nasional. (Juventus) memulai musim tanpa berpikir soal scudetto, bahkan tidak mengatakannya. Namun, kami berhasil meraih mimpi kami," ujar Marchisio.

"Kami akan melihat pakah kami setara dengan mereka (Spanyol). Tentu kami tak boleh takut kepada siapa pun. Kami tak boleh menghadapi Piala Eropa dengan rasa takut akan mengalami hal yang sama seperti di Afrika Selatan."

"Gianluigi Buffon dan Leonardo Bonucci? Mereka tenang dan mereka bisa menularkan sikap positif kepada tim," tuturnya.

RvP Inginkan gelar Euro dan Liga Champions

Kapten Arsenal yang juga striker timnas Belanda, Robin van Persie.

WARSAWA, KOMPAS.com — Penyerang Belanda, Robin van Persie (RvP), berambisi menjuarai Piala Eropa (Euro) 2012. Setelah itu, ia juga ingin merasakan juara Liga Champions bersama klubnya.

Pemain berumur 28 tahun ini menolak bicara soal masa depannya, apakah akan tetap bersama Arsenal atau akan mencari klub baru yang sekiranya punya peluang juara Liga Champions. Sejauh ini ada beberapa klub besar yang tertarik kepadanya, di antaranya Manchester City dan Juventus.

Kepada Tuttosport, RvP mengatakan, "Juventus adalah tim hebat. Tapi, aku sudah punya persetujuan dengan Arsenal bahwa aku tak akan membicarakan tentang masa depanku."

"Apa yang bisa kukatakan adalah, perhatian utamaku adalah di Piala Eropa 2012 dan aku ingin menjuarainya. Kemudian, aku ingin menjuarai Liga Champions. Aku tak pernah merasa sekuat seperti sekarang dan aku hanya ingin terus memenangkan gelar. Saat ini, semua yang ingin kulakukan adalah fokus ke Piala Eropa. Nanti akan ada waktu untuk membicarakan masalah lain," tegasnya.

RvP musim lalu meraih gelar Pemain Terbaik pilihan pemain dan penulis sepak bola, setelah menjadi top scorer Premier League dengan mencetak 30 gol. Dia juga membantu Arsenal menempati posisi ketiga klasemen akhir sehingga musim depan tampil di Liga Champions. Terakhir, dia mencetak dua gol untuk membawa Belanda menang 6-0 atas Irlandia Utara pada partai uji coba menjelang Euro 2012.

Lawan Filipina, Timnas Diperkuat Greg Nwokolo

Pemain timnas Indonesia, Greg Nwokolo (kiri) dan Victor Igbonefo ambil bagian dalam latihan di Doha, Kamis (10/11/2011). Indonesia akan bermain melawan Qatar dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia, 11 November.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim nasional Indonesia akan kembali diperkuat salah satu pemain yang berkompetisi di Indonesia Super League (ISL), yakni Greg Nwokolo, saat melakoni laga persahabatan melawan Filipina di Rizal Memorial Stadium, Filipina, Selasa (5/6/2012). Pemain naturalisasi asal Nigeria yang memperkuat klub Pelita Jaya itu masuk ke dalam 21 pemain yang akan diboyong Pelatih Nil Maizar.

Greg menjadi pemain ISL keempat yang akan membela skuad "Merah Putih". Sebelumnya, trio Papua - Titus Bonai (Persipura Jayapura), Oktovianus Maniani (Persiram Raja Ampat), dan Patrich Wanggai (Persidafon Dafonsoro) - lebih dulu memperkuat timnas saat melakoni sejumlah laga internasional beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir situs resmi Federasi Sepak Bola Filipina (PFF), Greg akan mewarnai barisan depan timnas Indonesia yang diisi juga oleh Wanggai, Irfan Bachdim, Tibo, dan Yoshua Pahabol. Sementara di lini tengah, Oktovianus Maniani, Fendri Mofu, Jajang Paliama, dan Hendra Bayu menjadi andalan dalam laga yang masuk ke dalam kalender FIFA ini.

Hengky Ardiles, Abdul Rahman, Novan Setia, dan Diego Michiels masih mendapat kepercayaan untuk mengisi sektor pertahanan. Sedangkan posisi penjaga gawang akan diisi oleh Markus Horizon dan Endra Prasetya.

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, sebelumnya mengungkapkan laga persahabatan melawan Filipina ini bertujuan untuk memperbaiki peringkat Indonesia di dunia. Selain itu, pertandingan ini juga dimaksudkan untuk menambah jam terbang penggawa skuad "Garuda" yang akan berlaga di turnamen Piala AFF November mendatang.

Berikut Susunan Lengkap Pemain:
Filipina
Kiper: Neil Etheridge, Roland Muller, Eduard Sacapano
Bek: Rob Gier, Jason Sabio, Juan Luis Guirado, Carlos Alberto de Murga, Bongbong Roxy Dorlas, Jerry Lucena, Dennis Cagara
Gelandang: James Younghusband, Manny Ott, Misagh Bahadoran, Patrick Gerry Anthony Reichelt, Jason De Jong, Paul Mulders, Marwin Janver Angeles, Lexton Moy, Jeffrey Christiaens, Chieffy Caligdong (c), Angel Guirado
Penyerang: Phil Younghusband, Ian Araneta, Denis Wolf

Indonesia
Kiper: Markus Maulana Horizon, Endra Prasetya
Bek: Hengky Ardilles, Novan Setia, Novendi, Whayu Wijiastanto, Hamdi, Abdul Rahman, Diego Michiels, Satrio Syam
Gelandang: Hendra Bayau, Jajang Paliama, Taufik, oktovianus Maniani, Fendri Mofu
Penyerang: Syamsul Arif, Patrick Wanggai, Irfan Bachdim, Titus Bonai, Greg Nwokolo, Yosua Pahabol

Monday, June 4, 2012

Belanda Siap Kembali ke Khitah "Total Football"

Timnas Belanda saat berlatih. Mereka siap menerapkan permainan menyerang selama Piala Eropa 2012.

KOMPAS.com — Sebagian tim mungkin akan menerapkan strategi permainan bertahan dan merancang serangan balik tertajam selama Piala Eropa 2012, 8 Juni-1 Juli ini. Pengalaman banyak mengajarkan betapa permainan bertahan ala Italia mampu membawa mereka juara Piala Dunia 2006. Sebelumnya, Yunani membuat kejutan dengan menjuarai Piala Eropa 2004.

Namun, tidak dengan Belanda. "Negeri Kincir Angin" ini bertekad akan menerapkan total football (sepak bola total) khas mereka agar mewarnai Euro 2012 dan mengantar pada kejayaan.

Sebelumnya, Belanda memang dinilai telah mengingkari gen sepak bola mereka, yakni total football yang digagas Rinus Michels pada era 1970-an. Di final Piala Dunia 2010, Belanda bermain cenderung keras. Bahkan, ada insiden "tendangan kungfu" yang dilakukan gelandang Nigel De Jong saat melawan Spanyol di partai final.

Beberapa media pun mengkritik Belanda dan menilai mereka menerapkan sepak bola keras, cenderung negatif. Pelatih Belanda Bert van Marwijk juga mengaku menyesalkan tindakan pemainnya itu. Ia kemudian berjanji akan mengembalikan Belanda pada nature-nya, yakni sepak bola menyerang secara total.

Belanda memang pernah fenomenal. Di bawah Rinus Michels, mereka membawa warna dan gaya baru dalam sepak bola pada era 1970-an. Mereka menyerang dan bertahan secara total. Bagi Belanda, pertahanan terbaik adalah menyerang.

Dengan dikomando sang master lapangan, Johan Cruyff, Belanda memukau dunia. Mereka bermain seperti sekumpulan lebah yang menekan tiada henti, tetapi juga cepat dalam bertahan. Seolah tugas pemain tak diklasifikasikan berdasarkan posisi. Sayang, mereka hanya menjadi runner-up Piala Dunia 1974 karena kalah dari Jerman Barat di final.

Lalu, muncul anggapan bahwa sepak bola ala Belanda hanya enak ditonton, tetapi tak menjamin hasil yang memuaskan. Sebab, permainan menyerang mereka justru menyisakan lubang besar di pertahanannya.

Namun, Belanda keukeuh dengan gayanya. Pada Piala Eropa 1988, mereka tetap menerapkan total football dengan tiga master utama, Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten. Hasilnya, Belanda sukses dengan menjadi juara. Kesuksesan ini memberi inspirasi kuat kepada Belanda bahwa gaya sepak bola mereka yang dianggap rawan toh pernah mengantar pada kejayaan.

Hal itu yang kini ingin diulang Belanda. Defender Belanda, Gregory van der Wiel, mengatakan, gaya permainan negerinya pada era 1970-an dan 1988 adalah cara terbaik buat timnya untuk tampil di Euro 2012. Namun, dia tak menafikan permainan keras manakala dibutuhkan. Sebab, semua tim juga akan menerapkan permainan keras pada saat-saat tertentu.

"Kami akan mencoba memainkan sepak bola indah. Tapi, Anda juga butuh bermain keras. Itulah pertandingan. Anda membutuhkannya. Kami kira semua orang juga melakukannya," kata Gregory.

Belanda berada di Grup B yang paling berat. Sebab, mereka sudah harus bertemu tim favorit lain, Jerman. Selain itu, mereka juga akan menghadapi Portugal dan Denmark yang termasuk tim berbahaya.

"Kami berada di grup yang sulit bersama Jerman, Portugal, dan Denmark. Tentu jika lancar melewati grup ini, kami bisa meraih hasil memuaskan. Setiap orang membicarakan Jerman sebagai favorit, Spanyol juga. Tapi, kita lihat saja nanti," ujarnya.

"Kami siap melawan Jerman pekan depan dan kami akan mencoba menjuarai Euro 2012," ujarnya bertekad.

Belanda sudah tiba di markas mereka di Krakow, Polandia. Tak ada kekhawatiran besar di tim ini, kecuali cederanya bek Joris Mathijsen. Meski begitu, Van Marwijk memprediksi dia akan segera sembuh dan siap tampil di Euro 2012.

Psikologi Belanda juga sedang meningkat tajam. Apalagi, pada pertandingan uji coba terakhir melawan Irlandia Utara, mereka menang 6-0.

Sebuah produktivitas memuaskan, dan ini menunjukkan betapa Belanda kembali menemukan permainan menyerang mereka. Sepak bola total siap mereka peragakan lagi di Ukraina dan Polandia. Mungkin tak sama persis seperti total football ala Johan Cruyff dan kawan-kawan serta Ruud Gullit dan kawan-kawan. Namun, setidaknya Belanda sudah berjanji akan bermain menyerang dan itu tentu akan menjadi salah satu pesona Euro 2012.