Wednesday, November 30, 2011

Singkirkan Chelsea, Liverpool ke Semifinal

Para pemain Liverpool merayakan gol Maxi Rodriguez (dua dari kiri) ke gawang Chelsea, pada perempat final Piala Carling, Selasa atau Rabu (30/11/2011) dini hari WIB. Liverpool akhirnya menang 2-0 dan melaju ke babak semifinal.

LONDON, KOMPAS.com Liverpool berhasil lolos ke babak final Piala Carling setelah mengalahkan Chelsea 2-0 di Stamford Bridge, Selasa atau Rabu (30/11/2011) dini hari WIB.

Kedua pelatih sama-sama menurunkan beberapa pemain muda pada pertandingan ini. Di kubu Chelsea, Pelatih Andre Villas-Boas memberikan kesempatan kepada Ryan Bertrand, Orioul Romei, Joshua McEchran, dan Romelu Lukaku. Lukaku berduet dengan Fernando Torres di lini depan.

Di kubu Liverpool, Pelatih Kenny Dalglish memberikan kesempatan kepada Martin Kelly, Sebastian Coates, Jay Spearing, Craig Bellamy, dan Andrew Carroll sebagai starter.

Kedua tim cenderung bermain lambat semenjak menit-menit awal. Bahkan, tidak ada ancaman yang berbahaya yang dilepaskan kedua tim pada 15 menit pertama.

Liverpool lebih dulu memiliki kesempatan emas untuk unggul terlebih dulu. Jamie Carragher dan kawan-kawan mendapatkan hadiah penalti setelah Alex melakukan handsball di kotak terlarang pada menit ke-21. Sayang, eksekusi penalti yang dilakukan Andrew Carroll gagal menghasilkan gol. Tembakan Carroll yang diarahkan ke pojok kiri gawang berhasil diblok kiper Chelsea, Ross Turnbull.

Setelah itu, kedua tim masih terlihat kesulitan dalam membuat peluang. Serangan yang dibangun kedua tim kerap gagal. Situasi ini berlanjut hingga turun minum. Alhasil, kedua tim hanya mampu bermain imbang tanpa gol pada babak pertama.

Selepas turun minum, Chelsea memiliki peluang emas pada menit ke-54. Peluang berawal dari tendangan bebas Frank Lampard yang berhasil diteruskan Malouda. Sepakan gelandang asal Perancis itu malah membentur mistar. David Luiz berhasil menanduk bola. Sayang, tandukannya masih membentur tubuh Coates.

Namun, empat menit kemudian justru Chelsea yang dibuat merana setelah Liverpool berhasil unggul terlebih dulu berkat gol yang diciptakan Maxi Rodriguez. Dari serangan balik, Henderson melepaskan umpan terobosan kepada Bellamy. Bellamy kemudian melepaskan umpan silang yang langsung disambut Maxi dengan sepakan keras.

Belum sempat mencetak gol balasan, Chelsea kembali kebobolan oleh tandukan Martin Kelly pada menit ke-63.

Tertinggal 0-2, Villas-Boas terpaksa mengubah strateginya dengan memasukkan Nicolas Anelka dan Juan Mata.

Masuknya kedua pemain ini membuat serangan Chelsea semakin tajam. Anelka nyaris mencetak gol balasan pada menit ke-75. Meski Anelka sudah sendirian, langkahnya berhasil digagalkan oleh Reina yang begitu cepat keluar dari sarangnya.

Tidak lama kemudian, giliran Torres yang melapaskan ancaman. Sial bagi Chelsea, bola hasil tandukan Torres masih bisa diamankan Riena. Setelah itu, Chelsea masih mendominasi permainan. Namun, apa boleh buat, tidak ada satu pun peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol sehingga Chelsea dipaksa menelan kekalahan 0-2. 


Susunan Pemain

Chelsea: Ross Turnbull; Bosingwa, Alex, Ryan Bertrand, David Luiz; Frank Lampard, Florent Malouda (Nicolas Anelka 64), Oriol Romeu, Joshua McEachran (Ramires 41); Fernando Torres, Romelu Lukaku (Juan Mata 64)

Liverpool:
Pepe Reina; Jamie Carragher, José Enrique, Martin Kelly, Sebastian Coates; Lucas, Maximiliano Rodriguez, Jay Spearing, Jordan Henderson; Craig Bellamy (Dirk Kuyt 79), Andrew Carroll

Conte: Saya Bangga Melatih Juventus

Pelatih Juventus, Antonio Conte.

NAPLES, KOMPAS.com — Pelatih Antonio Conte mengaku bangga melatih Juventus setelah melihat anak didiknya mengubah keadaan tertinggal 0-2 menjadi imbang 3-3, saat melawan Napoli pada lanjutan Serie-A, di San Paolo, Selasa (29/11/2011).

"Ada sejumlah respons yang sangat kuat dalam hal karakter. Selain pikiran, kaki, dan taktik, Anda membutuhkan hati untuk mengubah keadaan dan bangkit seperti pada pertandingan tadi," ujar Conte.

"Kami mengalami kesulitan pada awal pertandingan dan Napoli langsung bermain dalam tempo tinggi. Kami tampak menunggu sampai mereka kelelahan dengan sendirinya. Ada sejumlah masalah yang membuat kami tertinggal 0-2. Performa Napoli yang seperti itu dan atmosfer San Paolo merupakan masalah bagi tim mana pun."

"Itu kenapa saya sangat bangga, yaitu karena tim menunjukkan kerendahan hati, gairah, dan keyakinan untuk bangkit. Selain karena kualitas teknik para pemain, saya sangat gembira melihat kekuatan batin skuad ini. Saya bangga menjadi pelatih anak-anak ini," tuturnya.

Dengan hasil imbang tersebut, Juventus mempertahankan rekor tak pernah kalah di Serie-A musim ini. Mereka pun menguasai klasemen dengan 26 poin, atau unggul dua angka dari pesaing terdekat, AC Milan.

Rooney Ingin "Tumbangkan" Sir Bobby

Penyerang Manchester United Wayne Rooney.

MANCHESTER, KOMPAS.com — Penyerang Wayne Rooney berambisi melampui rekor Sir Bobby Charlton yang menjadi pencetak gol terbanyak di Manchester United sampai saat ini.

Selama 17 tahun berkarier di Old Trafford, Charlton total telah mengemas 249 gol dari 606 penampilan. Rooney berpeluang besar melampaui rekor Charlton. Saat ini, Rooney telah mengoleksi 158 gol semenjak mengenakan seragam "Setan Merah".

Rooney pun yakin bisa melampaui rekor yang telah dibuat Charlton. "Sesuatu yang fantastis jika aku bisa membuat rekor dan menjadi top scorer sepanjang masa bagi Manchester United. Aku pastinya senang bisa melakukannya," jelas Rooney.

"Aku merasa yakin bisa mencapai hal tersebut setelah lima atau enam tahun mendatang. Jika aku bisa, hal itu menjadi pencapaian yang luar biasa bagiku. Aku menghormati dan bangga kepada Sir Bobby Charlton. Hal yang luar biasa bila aku bisa melampaui rekornya yang telah bertahan cukup lama," tambahnya.

Rooney kini masih berumur 26 tahun. Jika tak ada halangan, karier masih panjang. Maka, mengejar selisih 91 gol dari rekor Charlton bukan hal mustahil.

"Itu adalah ambisiku. Aku mengetahui bahwa dalam setiap pertandingan, tidak ada yang bisa menjamin (selalu mencetak gol). Anda tidak bisa meraih kepastian apa pun di dalam sepak bola. Cedera bisa saja terjadi dan apa pun bisa terjadi. Jika tetap bugar dan dalam kondisi terbaik, aku memiliki kesempatan (mengejar rekor Charlton)," beber Rooney. (SNZ)

Lamela Ditampar Osvaldo karena Sebut Nama Maradona

Penyerang AS Roma, Pablo Daniel Osvaldo.

ROMA, KOMPAS.com — Penyerang AS Roma, Pablo Daniel Osvaldo (25), menampar rekannya, Erik Lamela (19), setelah Lamela menyebut-nyebut nama legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, dalam perdebatan mereka. Demikian diberitakan oleh media Spanyol, El Confidencial.

Insiden itu terjadi di kamar ganti, setelah Roma menyerah 0-2 kepada Udinese, pada laga Serie-A, di Friuli, 25 November lalu. El Confidencial mengklaim, Osvaldo menuding Lamela tak memberinya umpan pada satu momen di laga tersebut.

Lamela disebut membantah tudingan itu dan Osvaldo menanggapinya dengan mengatakan, "Aku lebih tua dari kamu. Ini bukan River Plate (klub Lamela sebelum Roma) dan kamu menjawab selagi aku bicara."

Lamela merespons dengan itu mengatakan, "Tutup mulutmu. Kamu bukan Maradona." Menurut El Confidencial, Osvaldo kemudian menghampiri Lamela dan menamparnya, bukan memukul, seperti diberitakan sebelumnya oleh media-media Italia.

Atas tindakan menampar Lamela, Osvaldo dijatuhi skors oleh Roma dan denda senilai 50.000 euro atau sekitar Rp 610 juta.

Barca Amuk Vallecano

Penyerang Barcelona, Alexis Sanchez, melepaskan tendangan ke gawang Rayo Vallecano yang berbuah gol pada lanjutan Liga BBVA, Selasa atau Rabu (30/11/2011) dini hari WIB. Ssanchez mencetak dua gol dan Barcelona akhirnya menang 4-0.

BARCELONA, KOMPAS.com — Setelah menelan kekalahan perdana pada musim ini saat menghadapi Getafe, pekan lalu, Barcelona langsung membayarnya. Tampil di Camp Nou menjamu Rayo Vallecano pada lanjutan Liga BBVA, Selasa atau Rabu (30/11/2011) dini hari WIB, mengamuk tamunya dan menang 4-0.

Berkat kemenangan ini, Barca kini mengumpulkan nilai 31. Mereka kini hanya terpaut tiga angka dari Real Madrid yang sementara menguasai puncak klasemen dengan 34 poin.

Barca mengalami kekalahan perdana setelah ditekuk Getafe 0-1 pada akhir pekan lalu. Demi memenuhi ambisi meraih kemenangan, Barca langsung memperagakan permainan menyerang dan cepat saat menjamu Vallecano.

Peluang pertama dibukukan Andres Iniesta pada menit kedua. Dari luar kotak penalti, Iniesta melepaskan tembakan keras ke arah pojok kiri bawah gawang Vallecano. Namun, peluang tersebut masih bisa digagalkan kiper Vallecano, David Cobeno. Cobeno kembali melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-16 dengan menggagalkan tembakan Dani Alves.

Gawang tim tamu akhirnya jebol pada menit ke-29. Cobeno tak kuasa menahan tembakan keras yang dilepaskan Alexis Sanchez. Gol berawal dari umpan terobosan Xavi kepada Sanchez. Penyerang asal Meksiko itu dengan skill individunya berhasil mengecoh satu bek lawan sebelum melepaskan tembakan melengkung dan terarah ke sudut kanan atas gawang Vallecano.

Publik Camp Nou kembali bersorak gembira menyambut gol yang diciptakan Sanchez pada menit ke-41. Umpan yang dilepaskan Xavi di dalam kotak penalti berhasil dimaksimalkan Sanchez menjadi gol.

Hanya berselang dua menit, gawang Vallecano kembali bergetar. Kali ini, David Villa yang mencetak gol dan membawa Barca unggul 3-0 pada babak pertama.  

Barcelona sebetulnya kembali menguasai permainan dan melepaskan banyak ancaman pada babak kedua. Dari sekian ancaman tersebut, Barcelona hanya mampu menambah satu gol lewat aksi Lionel Messi pada menit ke-50. Menguasai umpan terobosan Alves, Messi dengan skill individunya berhasil merangsek ke dalam kotak penalti lawan. Dari sudut sempit, penyerang asal Argentina itu tetap bisa menyarangkan bola ke pojok kiri gawang Vallecano.

Unggul empat gol, Barcelona tetap menyerang. Mereka seolah belum puas dan masih haus. Namun, serangan Barcelona hanya melahirkan peluang dan akhirnya harus puas dengan kemenangan 4-0.

Susunan Pemain
Barcelona: Victor Valdes; Gerard Pique, Javier Mascherano, Eric Abidal, Dani Alves; Xavi (Thiago 54), Seydou Keita, Andrés Iniesta (Fabregas 55); David Villa, Lionel Messi, Alexis Sánchez (Adriano 71)

Rayo Vallecano: David Cobeno; Jordi Figueras Montel, Javi Arribas, Casado, Mikel Labaka; Javi Fuego, Jose María Movilla, Pedro, Lass (Piti 69); Miguel Perez Cuesta, Michel (Raul Tamudo 45)

Mancini Ungkap Alasan Inggris Kering Prestasi

Salah satu ekspresi pelatih Manchester City, Roberto Mancini, sebelum anak-anak didiknya melakoni duel Premier League melawan Wolverhampton Wanderers, di Stadion Etihad, Sabtu (29/10/2011).

MANCHESTER, KOMPAS.com — Pelatih Manchester City, Roberto Mancini, mengungkap penyebab di balik keringnya prestasi tim nasional Inggris. Inggris krisis prestasi karena klub-klub harus melakoni jadwal kompetisi yang sangat padat dan membuat pemain tidak berada dalam kondisi fit saat membela timnas.

Pelatih asal Italia itu marah karena timnya hanya memiliki waktu pemulihan kondisi selama 48 jam jelang melawan Arsenal di perempat final Piala Carling, Selasa (29/11/2011). Padahal, David Silva dan kawan-kawan baru tampil di Premier League melawan Liverpool, Minggu (28/11/2011). Apalagi, untuk laga tandang lawan Arsenal itu, City harus sudah tiba di London pada Senin (28/11/2011).

Mancini juga merasa berat menghadapi padatnya jadwal pertandingan di Inggris, hingga harus pintar-pintar melakukan rotasi.

"Arsenal bermain pada Sabtu (26/11/2011). Sementara kami bermain Minggu (27/11/2011) sore. Pada Senin (28/11/2011), kami sudah harus pergi ke London dan pada Selasa (29/11/2011) malam harus bermain. Luar biasa. Ini alasan mengapa tim nasional melangkah ke final Piala Eropa dan Piala Dunia dan kemudian mereka gagal," beber Mancini. 

"Para pemain tidak memiliki waktu untuk memulihkan kebugarannya. Tampil sekali dalam dua hari seperti ini, apalagi setelah kami tampil di Liga Champions, sesuatu yang sangat luar biasa. Saya tidak tahu siapa yang harus disalahkan. Premier League seharusnya berbicara soal ini. Sesuatu yang penting untuk bermain, tetapi sangat penting juga memiliki waktu untuk memulihkan kebugaran. Setidaknya, Anda butuh waktu tiga hari untuk masa pemulihan di antara pertandingan yang satu dan pertandingan yang lain," paparnya. (SUN)

Tuesday, November 29, 2011

Mancini: Wajar Nasri Dicemooh

Pendukung Arsenal membentangkan sebuah spanduk yang berisi keceman terhadap Samir Nasri dan Gael Clichy dalam pertandingan perempat final Piala Carling melawan Mancehster City, Selasa (29/11/2011). Spanduk tersebut merupakan wujud kekecewaan mereka terhadap keputusan Nasri dan Clichy yang memutuskan pindah ke City pada awal musim ini.

LONDON, KOMPAS.com - Pelatih Manchester City, Roberto Mancini, menilai wajar Samir Nasri dicemooh oleh pendukung Arsenal saat tampil pada babak perempat final Piala Carling, Selasa atau Rabu (30/11/2011) dini hari WIB.

Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan City 1-0 itu, Nasri tampil di bawah performa terbaiknya. Hal itu akibat gelandang asal Perancis tersebut tidak henti-hentinya dicemooh oleh pendukung bekas klubnya.

Tindakan suporter tersebut merupakan wujud kekecewaan mereka dengan keputusan Nasri yang memilih hengkang dari Arsenal meski sedang dilanda krisis pada awal musim ini.

"Reaksi mereka normal. Ketika pendukung mencintai seorang pemain dan kemudian pemain tersebut kembali dengan tim lain, normal pendukung bertindak seperti itu. Mungkin tindakan suporter tersebut berpengaruh terhadap performa dia. Saya pikir Nasri bisa bermain lebih baik daripada malam ini," beber Mancini usai pertandingan.

Sementara itu, Mancini mengaku puas dengan permainan anak asuhnya dalam pertandingan tadi. Kemenangan City berkat gol tunggal Segio Aguero pada menit ke-83. Dalam sebuah serangan balik, Adam Johnson meneruskan bola kiriman Edin Dzeko kepada Aguero. Aguero berhasil menguasai bola dan menaklukkan Lukasz Fabianski.

"Saya pikir, kami tampil bagus pada pertandingan tadi. Saya pikir juga kedua tim sama-sama tampil baik. Kami memiliki peluang dan mereka juga memiliki peluang," jelas pelatih asal Italia itu. (SKY)