Monday, October 24, 2011

Madrid di Depan, Alves Tak Khawatir

BARCELONA, KOMPAS.com — Bek Barcelona, Dani Alves, mengaku tak terlalu khawatir posisi timnya berada di belakang seteru abadi mereka, Real Madrid. Menurutnya, masih banyak waktu bagi timnya untuk membalikkan keadaan.

Saat ini Barcelona menempati posisi ketiga klasemen sementara Liga BBVA dengan 18 poin. Mereka tertinggal satu poin dari Madrid yang menempati posisi kedua. Sementara dengan pemuncak klasemen, Levante, "Braulgrana" tertinggal dua poin.

"Mereka berada di depan kami. Tentu saja mereka senang akan hal ini. Masih ada perjalanan panjang yang harus dijalani dan aku yakin masih banyak hal yang bisa terjadi," ujar Alves seperti dikutip situs resmi klub.

Alves sendiri menyatakan, hasil seri 0-0 yang didapat timnya kala bertemu Sevilla, Sabtu (22/10/2011), tak akan memengaruhi mereka. Meski hasil itu sulit diterima, pemain Barcelona tak akan pernah meragukan kemampuan diri sendiri.

"Kami tim yang hebat, baik itu menang, kalah, atau seri. Kami telah menunjukkan hal itu dalam beberapa tahun terakhir dan satu hasil (seri) tak akan mengubah hal itu," jelasnya.

Teman Balotelli Penyebab Kebakaran Rumahnya

Striker Manchester City, Mario Balotelli, menunjukkan kaus dalam bertuliskan "Why Always Me" sebagai bentuk protes.

MANCHESTER, KOMPAS.com — Striker Manchester City, Mario Balotelli, mengungkapkan, kebakaran di rumahnya bukan teror. Itu terjadi karena ulah rekannya sendiri yang menyalakan kembang api di kamar mandi.

Sabtu (22/10/2011), rumah Balotelli kebakaran. Api muncul di kamar mandi lantai satu. Namun, Balotelli bisa keluar dan pemadam kebakaran segera memadamkannya. Tak ada yang terluka. Saat itu rekan Balotelli sedang berada di rumahnya.

"Media massa telah menulis cerita yang salah tentang diriku dan kebakaran di rumahku. Aku tak pernah menyalakan kembang api. Itu kembang api milik temanku," kata Balotelli di situs resmi Manchester City.

Balotelli menjadi salah satu pahlawan City saat membantai rival sekotanya, Manchester United, Minggu (23/10/2011). Dia mencetak dua gol dan timnya menang besar dengan skor 6-1.

"Aku tak tahu apa pun, sampai kemudian mendengar teriakan di kamar mandi. Untungnya, tak ada yang terluka. Temanku sudah meminta maaf kepadaku atas kerusakan di rumahku," terang Balotelli.

"Temanku benar-benar melakukan hal bodoh. Karena perbuatannya, seseorang bisa terluka. Aku benar-benar marah atas kejadian ini," tambahnya.

Maka, Balotelli pun mendukung jika pemerintahan Manchester melakukan pengaturan ketat soal kembang api. Sebab, jika tidak, bisa menimbulkan bahaya.

"Ini pesan penting buat anak-anak agar tak sembrono menyalakan kembang api. Kembang api bisa benar-benar bahaya jika tak dinyalakan dengan cara yang benar. Publik harus menaati aturan menyalakan kembang api," tegasnya.

Gagal Penalti, Messi Baik-baik Saja

Striker Barcelona, Lionel Messi, dihadang derdefen Sevilla, Coke Andujar (kanan), pada pertandingan Liga BBVA, Sabtu atau Minggu (23/10/2011) dini hari WIB. Barcelona ditahan Sevilla 0-0 dan gagal kembali ke puncak klasemen.

BARCELONA, KOMPAS.com — Pelatih Barcelona, Pep Guardiola, mengatakan, striker Lionel Messi tak akan terpengaruh oleh kegagalan mengeksekusi penalti saat "Blaugrana" ditahan imbang 0-0 oleh Sevilla, Sabtu lalu. Sebab, ujarnya, tak ada waktu bagi Messi untuk merenungi kegagalan tersebut karena pemain asal Argentina tersebut harus siap membantu timnya saat menghadapi tim promosi, Granada, pada hari Selasa nanti.

"Messi baik-baik saja. Dia sudah pulih dari kekecewaan yang besar pada hari Sabtu lalu. Dia tahu (kegagalan) itu adalah bagian dari pertandingan, tapi dia tak akan membiarkan itu memengaruhinya. Tak ada waktu untuk itu," kata Guardiola dalam konferensi pers, Senin (24/10/2011).

Pemain asal Argentina tersebut gagal menjebol gawang Sevilla lewat titik putih setelah arah tendangannya mampu dibaca dengan baik oleh kiper tuan rumah, Javi Varas. Setelah pertandingan usai, Messi tampak sangat kecewa. Namun, dirinya mendapat dukungan dari fans dan juga rekan-rekannya.

Wajar bila Messi kecewa. Sebab, jika dirinya bisa menunaikan tugasnya dengan baik maka Barcelona akan membawa pulang tiga angka dari Sevilla. Hasil seri ini juga membuat posisi Barcelona disalip oleh seteru abadi mereka, Real Madrid.

Sunday, October 23, 2011

"Inter Bisa Berbuat Hebat"

Bek sekaligus kapten Inter Milan, Javier Zanetti.

MILAN, KOMPAS.com — Skipper Inter Milan, Javier Zanetti, menilai timnya punya kesempatan untuk membuat sesuatu yang hebat musim ini meski mengalami awal yang berat.

Sejak ditangani oleh Claudio Ranieri, Inter sedikit demi sedikit mulai menunjukkan jati dirinya. Meski sempat mengalami beberapa kekalahan, Inter sudah berhasil keluar dari masa kelam. Terakhir, Walter Samuel dkk mampu memetik tiga poin pertamanya di Giuseppe Meazza musim ini saat menang tipis 1-0 atas Chievo Verona, akhir pekan lalu.

"Tim ini punya kapasitas untuk melakukan hal hebat dan kami berpikir hal itu setiap pertandingannya. Kami bekerja dengan rasa solidaritas dan harus menghalangi tim lawan untuk merusak itu," ujar Zanetti kepada Sky Sport Italia.

"Kemenangan merupakan hal yang penting untuk membuat kami tidak terlalu terbebani dengan posisi di klasemen. Kami tak pernah menang di Giuseppe Meazza, jadi kemenangan ini sangat penting," lanjutnya.

Saat ini Inter menempati posisi ke-16 dengan tujuh poin. Pekan depan, Inter kembali mendapat peluang bagus untuk merebut poin penuh karena akan berhadapan dengan tim papan bawah, Atalanta.

Vidic Resmi Pensiun

MANCHESTER, KOMPAS.com — Bek Manchester United, Nemanja Vidic, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional Serbia.

"Aku ingin menyampaikan kepada publik dan fans, setelah melalui pertimbangan panjang, aku ingin menyampaikan salam perpisahan kepada timnas Serbia. Alasan utamaku mengeluarkan keputusan ini adalah, sejak lama, terutama dalam beberapa pergelaran terakhir, media dan juga publik mengkritik sikapku di tim nasional, sekalipun aku bermain saat masih mengalami cedera. Kadang aku mengabaikan saran dari pihak klub," ujar Vidic seperti dilansir situs resmi Federasi Sepak Bola Serbia.

"Aku berutang budi kepada fans dan para pelatih serta rekan satu tim di mana aku bermain selama sepuluh tahun terakhir bersama tim nasional. Aku merasa, sekaranglah waktu yang tepat untuk keluar dan memberi kesempatan pemain muda tampil. Aku selalu merasa bangga tampil memperkuat Serbia dan berharap mereka sukses di kompetisi mendatang," lanjutnya.

Keputusan ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Sebab, Vidic sudah pernah menyatakan niatnya untuk mundur setelah gagal membawa Serbia melaju ke putaran final Piala Eropa 2012. Serbia dipastikan gagal tampil dalam putaran final Piala Eropa setelah menyerah 0-1 kepada Slovenia, 11 Oktober lalu. Hasil tersebut membuat Serbia finis di tempat ketiga Grup C dengan nilai 15. Mereka kalah satu angka dari Estonia di tempat kedua.

Selain Vidic, gelandang Dejan Stankovic juga sudah lebih dulu menyampaikan kata perpisahannya. Stankovic saat itu beralasan, dirinya ingin fokus bersama klubnya, Inter Milan, setelah menyisihkan waktu panjang untuk tim nasional.

Empat Besar Bukan Satu-satunya Prioritas Liverpool

Skipper Liverpool, Steven Gerrard (kiri) melakukan tendangan bebas yang akhirnya berbuah gol ke gawang Manchester United saat kedua tim bermain imbang 1-1, Sabtu (15/10/2011).

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Skipper Liverpool, Steven Gerrard, mengakui, timnya membidik posisi empat besar di klasemen akhir Premier League musim ini. Namun, katanya, itu bukan satu-satunya tujuan dari Liverpool musim ini.

"Kembali ke posisi empat besar adalah sebuah prioritas, tapi aku tak akan berkata itu satu-satunya prioritas kami," ujar Gerrard kepada LFC Magazine.

Gerrard kemudian mengatakan, dirinya ingin kembali merasakan megahnya kompetisi Liga Champions sebelum akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu. Ia berhasrat untuk kembali mengulang malam terindahnya saat bermain di kancah tertinggi antarklub Eropa tersebut.

"Membawa kemeriahan kompetisi Eropa ke Anfield adalah hal yang kami inginkan. Sangat sulit untuk menonton televisi pada hari Selasa atau Rabu malam dan tahu kami tak terlibat (di Liga Champions). Semua orang di sini akan bekerja keras untuk mendapatkan kesempatan itu lagi dan semakin cepat akan semakin baik," tutur Gerrard.

"Di saat yang sama aku juga berpikir soal trofi dan melihat Piala FA dan Piala Liga juga sangat penting. Karena kami hanya terlibat dalam tiga kompetisi dan kami harus fokus ke semuanya. Tak ada kompetisi Eropa jadi Anda bisa lebih fokus ke Piala Liga," lanjutnya.

Ia menambahkan, "Kami tak pernah tampil bagus di kompetisi domestik sejak tahun 2006. Ini waktunya kami memberikan fans sedikit kegairahan lagi. Mereka berhak untuk itu dan tak ada hal yang lebih baik selain tampil di Wembley (Final Piala Liga). Ini akan sangat fantastis bagi semua orang."

Liverpool sendiri akan melawat ke Stoke pada hari Rabu (26/10/2011) untuk menjalani babak keempat Piala Liga.

Kanoute Ungkap Pertikaian dengan Fabregas

Gelandang Barcelona, Cesc Fabregas (tengah kanan) terlibat pertikaian dengan Striker Sevilla, Frederic Kanoute (tengah kiri) saat kedua tim bertemi di Camp Nou, Sabtu (22/10/2011).

SEVILLA, KOMPAS.com — Setelah beberapa lama bungkam, striker Sevilla, Frederic Kanoute, akhirnya mengungkapkan percekcokannya dengan gelandang Barcelona, Cesc Fabregas, Sabtu (22/10/2011). Dalam akun Twitter-nya, Kanoute meminta maaf kepada semua pihak atas tindakannya dan mencoba untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dalam laga itu.

"Aku minta maaf atas apa yang terjadi kemarin. Ada sebuah provokasi dan penghinaan. Anda tahu itu. Sikap saya sama buruknya dengannya, tetapi kami tetap berlanjut dengan sepak bola. Kami terus dengan sepak bola," tulis Kanoute.

Setelah menulis kalimat tersebut, Kanoute kembali menulis, "@Cesc4official (Fabregas) dan aku telah berbicara lewat telepon. Semuanya dijelaskan dan kami berdua bersikap dewasa dan menyadari kami sama-sama salah."

Pertikaian antara Kanoute dan Fabregas ini berawal dari percekcokan mereka dalam pertandingan kedua tim yang berakhir 0-0, Sabtu lalu.

Saat itu, di masa injury time babak kedua, wasit memberikan tendangan penalti kepada Barcelona. Kanoute sempat protes kepada wasit soal hal itu. Di saat Kanoute sudah tak lagi melancarkan protes dan berdiri hampir mendekati tengah lapangan, tiba-tiba pemain berusia 34 tahun tersebut menoleh ke arah Fabregas dan langsung memburunya. Seolah ada yang dikatakan Fabregas yang menyinggungnya.

Media Spanyol berspekulasi, Fabregas menyebut Kanoute sebagai teroris. Kanoute yang emosi kemudian merangkul Fabregas dengan kasar sehingga membuat pemain asal Spanyol tersebut kesakitan. Akibat ulahnya ini, Kanoute pun dihadiahi kartu merah.

Fabregas sendiri sudah membantah dirinya melakukan tindakan rasis kepada Kanoute. Mantan pemain Arsenal tersebut mengatakan, dirinya tak pernah bertindak sekeji itu sepanjang kariernya.