Showing posts with label Penalti. Show all posts
Showing posts with label Penalti. Show all posts

Thursday, December 1, 2011

Carroll Gagal Penalti, Liverpool Vs Chelsea Imbang

Piala Carling.

LONDON, KOMPAS.com Liverpool gagal memanfaatkan kesempatan emas mengungguli Chelsea. Liverpool dipaksa bermain imbang tanpa gol pada babak pertama perempat final Piala Carling, Selasa atau Rabu (30//11/2011) dini hari WIB, setelah Andrew (Andy) Carroll gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-21. 

Kedua pelatih lebih memilih menurunkan beberapa pemain muda pada pertandingan ini. Di kubu Chelsea, Pelatih Andre Villas-Boas memberikan kesempatan kepada Ryan Bertrand, Orioul Romei, Joshua McEchran, dan Romelu Lukaku. Lukaku berduet dengan Fernando Torres di lini depan. Bagi Torres, pertandingan ini sangat emosional. Sebab, ia mantan pemain Liverpool.

Di kubu Liverpool, Pelatih Kenny Dalglish memberikan kesempatan kepada Martin Kelly, Sebastian Coates, Jay Spearing, Craig Bellamy, dan Andrew Carroll sebagai starter.

Kedua tim cenderung bermain lambat semenjak menit-menit awal. Bahkan, tidak ada ancaman yang berbahaya yang dilepaskan kedua tim pada 15 menit pertama.

Liverpool lebih dulu memiliki kesempatan emas untuk unggul terlebih dulu. Jamie Carragher dan kawan-kawan mendapatkan hadiah penalti setelah Alex melakukan handsball di kotak terlarang pada menit ke-21. Sayang, eksekusi penalti yang dilakukan Andrew Carroll gagal menghasilkan gol. Tembakan Carroll yang diarahkan ke pojok kiri gawang berhasil diblok kiper Chelsea, Ross Turnbull.

Setelah itu, kedua tim masih terlihat kesulitan dalam membuat peluang. Serangan yang dibangun kedua tim kerap gagal. Situasi ini berlanjut hingga turun minum. Alhasil, kedua tim hanya mampu bermain imbang tanpa gol pada babak pertama.

Susunan Pemain
Chelsea:
Ross Turnbull; Bosingwa, Alex, Ryan Bertrand, David Luiz; Frank Lampard, Florent Malouda, Oriol Romeu, Joshua McEachran; Fernando Torres, Romelu Lukaku

Liverpool: Pepe Reina; Jamie Carragher, José Enrique, Martin Kelly, Sebastian Coates; Lucas, Maximiliano Rodriguez, Jay Spearing, Jordan Henderson; Craig Bellamy, Andrew Carroll

Monday, October 24, 2011

Gagal Penalti, Messi Baik-baik Saja

Striker Barcelona, Lionel Messi, dihadang derdefen Sevilla, Coke Andujar (kanan), pada pertandingan Liga BBVA, Sabtu atau Minggu (23/10/2011) dini hari WIB. Barcelona ditahan Sevilla 0-0 dan gagal kembali ke puncak klasemen.

BARCELONA, KOMPAS.com — Pelatih Barcelona, Pep Guardiola, mengatakan, striker Lionel Messi tak akan terpengaruh oleh kegagalan mengeksekusi penalti saat "Blaugrana" ditahan imbang 0-0 oleh Sevilla, Sabtu lalu. Sebab, ujarnya, tak ada waktu bagi Messi untuk merenungi kegagalan tersebut karena pemain asal Argentina tersebut harus siap membantu timnya saat menghadapi tim promosi, Granada, pada hari Selasa nanti.

"Messi baik-baik saja. Dia sudah pulih dari kekecewaan yang besar pada hari Sabtu lalu. Dia tahu (kegagalan) itu adalah bagian dari pertandingan, tapi dia tak akan membiarkan itu memengaruhinya. Tak ada waktu untuk itu," kata Guardiola dalam konferensi pers, Senin (24/10/2011).

Pemain asal Argentina tersebut gagal menjebol gawang Sevilla lewat titik putih setelah arah tendangannya mampu dibaca dengan baik oleh kiper tuan rumah, Javi Varas. Setelah pertandingan usai, Messi tampak sangat kecewa. Namun, dirinya mendapat dukungan dari fans dan juga rekan-rekannya.

Wajar bila Messi kecewa. Sebab, jika dirinya bisa menunaikan tugasnya dengan baik maka Barcelona akan membawa pulang tiga angka dari Sevilla. Hasil seri ini juga membuat posisi Barcelona disalip oleh seteru abadi mereka, Real Madrid.

Friday, April 8, 2011

Ferguson: Penalti? MU Layak Menang

Manajer Manchester United Alex Ferguson.

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Manchester United (MU), Alex Ferguson, tampak enggan bicara soal jatuhnya dua pemain Chelsea di kotak penalti pada pertandingan melawan timnya di leg pertama perempat final Liga Champions di Stamford Bridge, Rabu (6/4/2011), yang berakhir 1-0 untuk MU.

"Saya belum melihat tayangan ulangnya. Ada banyak yang bisa dibicarakan soal klaim penalti dan diving itu. Namun, saya pikir, pemain saya bermain dengan luar biasa," ujar Ferguson.

Insiden pertama adalah ketika Ramires terjatuh setelah berkontak fisik dengan Patrice Evra pada menit ke-90+1. Wasit Alberto Undiano Mallenco menilai itu bukan pelanggaran dan tak ada penalti untuk Chelsea.

Peristiwa kedua terjadi sekitar dua menit setelahnya. Kali ini, Fernando Torres terjatuh saat menggiring bola dalam kawalan Antonio Valencia. Torres dinilai melakukan diving dan diganjar kartu kuning.

Dari tayangan ulang tampak Chelsea seharusnya mendapat penalti pada pelanggaran pertama. Untuk kartu kuning Torres, wasit tampak bertindak tepat.

Adapun gol kemenangan MU dicetak oleh Wayne Rooney pada menit ke-24. Ini adalah pertama kalinya MU menang di kandang Chelsea sejak 2002.

Pertandingan leg kedua akan digelar di Old Trafford, 14 April mendatang. (AP)

Thursday, April 7, 2011

Cech: Itu Penalti, tapi Wasit Tidak Lihat

Ekspresi penyerang Manchester United, Wayne Rooney, usai membobol gawang Chelsea, pada leg pertama perempat final Liga Champions, di Stamford Bridge, Rabu (6/4/2011).

LONDON, KOMPAS.com — Kiper Chelsea, Petr Cech, menilai timnya layak mendapatkan penalti pada pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions melawan Manchester United (MU), di Stamford Bridge, Rabu (6/4/2011). Bahwa itu tak terjadi, menurut Cech, itu karena wasit tidak melihat pelanggaran.

"Aku pikir, setiap orang melihat apa yang terjadi. Anda bisa lihat dengan jelas di televisi. Namun, orang yang paling penting (wasit) tidak melihat itu. Kami kalah dan semakin terjal-lah jalan kami menuju semifinal," ujar Cech.

Hal tersebut berkaitan dengan kontak fisik antara Patrice Evra dan Ramires pada menit ke-90+1. Namun, wasit Alberto Undiano Mallenco menilai itu bukan pelanggaran.

Chelsea akhirnya kalah 0-1 akibat gol Wayne Rooney pada menit ke-24. Ini adalah pertama kalinya Chelsea kalah oleh MU di Stamford Bridge sejak 2002.

Pertandingan leg kedua akan digelar di Old Trafford, 12 April mendatang. (AP)

Tuesday, March 8, 2011

Montella: Lain Kali Saya yang Tendang Penalti!

Pelatih AS Roma Vincenzo Montella.

DONETSK, KOMPAS.com — Pelatih AS Roma Vicenzo Montella geregetan dan kecewa oleh kegagalan striker Marco Borriello melakukan tendangan penalti saat melawan Shaktar Donetsk di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Selasa atau Rabu (9/3/2011). Saking geregetannya, dia mengatakan, "Lain kali saya yang melakukan tendangan penalti."

Montella semakin kecewa karena sebelumnya sudah menunjuk David Pizarro sebagai algojo jika mendapat hadiah penalti. Namun, ketika penalti itu benar-benar didapat, justru Borriello yang mengambilnya. Ia gagal dan Roma akhirnya kalah 0-3 (agregat 2-6) dan tersingkir dari Liga Champions.

"Saya selalu menunjuk penendang penalti sebelum pertandingan. Baik di Lecce dan pertandingan ini, saya menunjuk Pizarro. Pizarro kemudian membiarkan dia (Borriello) untuk maju, mungkin menghindari masalah dan tekanan. Saya kecewa dengan Borriello. Lain kali saya yang akan menendang penalti," cetus Montella.

Montella sendiri sudah menginstruksikan para pemainnya untuk tampil lebih konsisten. Namun, apa daya, penampilan Roma malah menurun seusai Borriello gagal mencetak gol dari titik putih dan bek Philippe Mexes mendapat kartu merah.

"Sebelum pertandingan, saya sudah meminta para pemain untuk lebih konsisten. Saya senang karena kami menciptakan peluang dan memiliki pendekatan yang baik. Namun, penampilan tim kemudian menurun," kata Montella menyesal.

"Kami punya lima atau enam tendangan ke arah gawang di babak pertama, kemudian kartu merah mengubah segalanya. Dalam kasus apa pun, saya telah berjanji untuk tak bicara tentang wasit," ujarnya.

Sunday, March 6, 2011

Allegri: Milan Mestinya Tak Dapat Penalti

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri .

MILAN, KOMPAS.com — Manajer AC Milan Massimiliano Allegri menilai timnya seharusnya tidak mendapat hadiah penalti pada pertandingan Serie-A melawan Napoli, Senin (28/2/2011).

Penalti diberikan wasit kepada Milan, menyusul handsball yang dilakukan bek Napoli, Salvatore Aronica pada menit ke-49. Penyerang Zlatan Ibrahimovic dipercaya melakukan eksekusi dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Milan menutup pertandingan dengan kemenangan 3-0. Dua gol lain dicetak oleh Kevin-Prince Boateng dan Alexandre Pato.

"Itu tampak penalti dari pinggir lapangan. Namun, ada keraguan ketika Anda melihat tayangan ulangnya," ujar Allegri.

"Terlepas dari insiden itu, kami bermain dengan baik. Kami tak memberikan Napoli kesempatan menembak tepat ke gawang dan saya pikir kami layak atas kemenangan ini."

"Kami bermain dengan sangat baik pada babak pertama, tetapi melakukan banyak kesalahan dalam menyerang," tuturnya.

Berkat kemenangan itu, Milan menguasai klasemen dengan 58 poin atau unggul lima angka dari pesaing terdekat, Inter Milan. Pada pertandingan berikutnya, Milan akan melawan Juventus di Turin, Sabtu (5/3/2011). (FBI)

Tuesday, February 15, 2011

Adu Penalti, Inter Singkirkan Napoli

Duel Inter Milan melawan Napoli, Kamis (27/1/2011). Inter menang melalui adu penalti 5-4, setelah kedua tim bermain imbnag 0-0 di waktu normal.

NAPOLI, KOMPAS.com — Inter Milan sukses menyingkirkan Napoli di babak perempat final Coppa Italia. Inter menang melalui adu penalti 5-4, setelah kedua tim bermain imbang 0-0 selama 120 menit pertandingan, Kamis (27/1/2011) dini hari WIB. Kemenangan ini mengantarkan Inter ke babak semifinal.

Pertandingan berjalan alot di babak pertama. Bola lebih banyak berputar-putar. Striker Napoli, Edison Cavani, sebenarnya mampu mencetak gol pada menit ke-12. Sayangnya, gol pemain Uruguay itu dianulir karena ia lebih dulu terperangkap offside.

Tempo meningkat cepat di babak kedua. Napoli menerapkan permainan taktis dan ini membuat Inter tertekan. Beberapa peluang emas tercipta melalui tembakan Ezequiel  Lavezzi dan Marek Hamsik. Sayangnya, semua usaha itu mentah di tangan kiper Inter, Luca Castellazzi. Karena gol tak kunjung datang, pertandingan pun terpaksa dilanjutkan ke masa perpanjangan waktu.

Di babak ini, kedua tim tak juga menuai keberuntungan. Aksi gemilang kedua kiper mementahkan semua peluang yang ada.

Pada babak adu penalti, Lavezzi menjadi biang kegagalan Napoli karena tembakannya melenceng jauh di atas mistar. Adapun kelima penendang Inter sukses menjalankan tugasnya.

Penendang penalti
Napoli:
Edison Cavani (gol), Marek Hamsik (gol), Ezequiel Lavezzi (gagal), Camilo Zuniga (gol), Hassan Yebda (gol)
Inter: 
Samuel Eto'o (gol), Esteban Cambiasso (gol), Goran Pandev (gol), Thiago Motta (gol), Cristian Chivu (gol)

Susunan pemain
Napoli:
Morgan De Sanctis; Paolo Cannavaro, Andrea Dossena (Camilo Zuniga 50), Hugo Armando Campagnaro, Salvatore Aronica; Cristian Maggio, Michele Pazienza (Hassan Yebda 97), Walter Gargano, Marek Hamsik; Edinson Roberto Gomez Cavani, Ezequiel Ivan Lavezzi
Inter Milan: Luca Castellazzi; Javier Zanetti, Cristian Chivu, Ivan Cordoba (LĂșcio 83), Maicon, Andrea Ranocchia; Dejan Stankovic (McDonald Mariga 62), Thiago Motta, Esteban Cambiasso; Samuel Eto'o, Goran Pandev

Sunday, January 30, 2011

Tevez Gagal Penalti, City ke Putaran Keempat

Penyerang Manchester City, Carlos Tevez, ikut merayakan gol rekannya Adam Johnson, ke gawang Leicester City, pada pertandingan putaran ketiga Piala FA, di City of Manchester, Selasa (18/1/2011).

MANCHESTER, KOMPAS.com — Penyerang Manchester City, Carlos Tevez, gagal mencetak gol dari titik penalti pada laga putaran ketiga Piala FA, City of Manchester, Selasa (18/1/2011). Namun, itu bukan masalah karena City mampu menang 4-2 dan melaju ke putaran keempat.

Kemenangan City dibuka oleh gol Tevez pada menit ke-15. Memanfaatkan bola muntah hasil kesalahan pemain lawan, Tevez meloloskan bola ke gawang tim tamu dari tengah kotak penalti.

Belum mampu menambah gol, Tevez dkk melihat gawang Joe Hart dikoyak tembakan Paul Gallagher dari titik penalti, menyusul pelanggaran Patrick Vieira kepada Lloyd Dyer.

Vieira menebus kesalahan itu dengan mencetak gol kedua City pada menit ke-37. Ia membobol gawang Leicester dengan memanfaatkan bola muntah hasil tembakan David Silva yang ditepis Weale.

Semenit berselang, City mengubah kedudukan menjadi 3-1 berkat gol Adam Johnson. Setelah menguasai umpan David Silva, Johnson menggiring bola dan menaklukkan Weale dalam duel satu lawan satu.

City berpeluang memperlebar selisih menjadi 4-1, ketika wasit memberi mereka hadiah penalti, menyusul pelanggaran Jack Hobbs kepada Tevez pada menit ke-59. Namun, gol tak tercipta karena tembakan Tevez dimentahkan Weale.

Pada menit ke-83, Leicester menciptakan kejutan lagi berupa gol kedua yang dicetak Lloyd Dyer. Memanfaatkan bola mental hasil umpan Yuki Abe yang mengenai wasit Mark Halsey, Dyer menjejalkan bola ke gawang tuan rumah.

Gol keempat City dicetak Aleksandar Kolarov pada masa injury time. Menguasai bola di luar kotak penalti, Johnson menembakkan bola yang meluncur deras mendesak jaring gawang Weale.

Selama 90 menit, City menguasai bola sebanyak 53 persen dan melepaskan delapan tembakan akurat dari sepuluh usaha. Adapun Leicester menciptakan tujuh peluang emas dari sepuluh percobaan. (*)

Susunan pemain:
City:
Joe Hart; Joleon Lescott, Vincent Kompany, Pablo Zabaleta, Aleksandar Kolarov; Patrick Vieira, Gneri Toure Yaya (Jo 78), James Milner, David Silva (Gareth Barry 64), Adam Johnson; Carlos Tevez

Leicester: Chris Weale; Bruno Berner, Souleymane Bamba, Jack Hobbs, Kyle Naughton; Richard Wellens (Matt Oakley  46), Llouyd Dyer, Andy King, Yuki Abi; Steve Howard (Martin Waghorn  68), Paul Gallagher (Franck Moussa  30)

Wasit: Mark Halsey