Tuesday, December 21, 2010

Drogba Memohon Perpanjangan Kontrak

Striker Chelsea Didier Drogba.

LONDON, KOMPAS.com — Kontrak penyerang andalan Chelsea, Didier Drogba, akan habis 18 bulan lagi. Dirinya akan berumur 34 tahun ketika kontraknya berakhir. Oleh karena itu, ia memohon kepada "The Blues" untuk memberinya perpanjangan kontrak, setidaknya dua tahun saja.

The News of the World mengklaim bahwa para petinggi di "The Blues" enggan memperpanjang kontrak pemain berusia 32 tahun tersebut. Seringnya ia cedera dan terkena malaria menjadi salah satu pertimbangannya.

Jikapun Chelsea tak memperpanjang kontraknya, dia tak terlalu khawatir. Sebab, klub asal Perancis, Marseille, dikabarkan tertarik untuk menampungnya. Marseille merupakan klubnya sebelum pindah ke Chelsea.

Chelsea Siap Beli Tevez-Dzeko

LONDON, KOMPAS.com — Chelsea dikabarkan telah menyiapkan dana sebesar 70 juta poundsterling (sekitar Rp 980 miliar) untuk membeli dua striker hebat sekaligus, yakni Carlos Tevez dan Edin Dzeko, pada jendela transfer kedua, Januari 2011.

The News of the World mengklaim, penyerang Argentina yang kini sedang bermasalah dengan klubnya, Manchester City, itu akan menjadi prioritas utama "The Blues" . Pemilik The Blues, Roman Abramovich, kabarnya juga tertarik kepada striker tangguh milik Wolfsburg, Dzeko, dan berniat mendatangkannya ke Stamford Bridge tahun depan.

Pemain yang berjasa mengantarkan Wolfsburg menjuarai Bundesliga 1 pada musim 2008-2009 lalu itu menjadi alternatif Abramovich jika tidak berhasil memboyong Tevez ke Chelsea.

Penulis: David Andhika   |   Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...

Ical Dukung Nurdin Halid

Sejumlah suporter berdemo terkait kepemimpinan Nurdin Halid yang dianggap gagal memimpin PSSI, di halaman depan kantor PSSI, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (7/12/2010). KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie memberi dukungan penuh kepada Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Ia tidak yakin sepak bola Indonesia menjadi lebih baik jika Nurdin mundur. Padahal, meski timnas meraih hasil prima di ajang Piala AFF 2010, tekanan terhadap Nurdin tidak pernah surut.

Dalam beberapa laga Piala AFF, suporter dengan tegas meneriakkan tuntutan agar Nurdin turun dari jabatannya. Teriakan mundur semakin keras terdengar ketika ribuan suporter gagal mendapatkan tiket pada Sabtu (18/12/2010) jelang duel kedua semifinal lawan Filipina.

Ical, demikian sapaan Aburizal Bakrie, menganggap tuntutan itu sebagai masukan untuk memajukan sepak bola di Tanah Air. "Apakah sepak bola Indonesia menjadi lebih baik dengan Nurdin Halid mundur? Belum tentu," kata Ical saat menyambut rombongan timnas di kediamannya, Senin (20/12/2010).

"Tahanlah terhadap kritik masyarakat karena sebagian besar kritik itu membangun sepak bola Indonesia. Masyarakat banyak yang tidak sabar dengan prestasi sepak bola Indonesia," tambahnya.

Hubungan keluarga Bakrie dan PSSI semakin kuat dengan dihibahkannya tanah seluas 25 hektar milik Bakrie kepada PSSI. Lahan di daerah Jonggol, Jawa Barat, ini akan menjadi pusat pelatihan timnas dan pembinaan pemain usia muda.

Cavani: Napoli Siap Geser Milan

Striker Napoli, Edison Cavani.

NAPOLI, KOMPAS.com Penyerang Napoli yang sedang naik daun, Edison Cavani, mengaku bahagia timnya berada di urutan kedua klasemen Liga Serie-A, hanya tertinggal 3 poin dari AC Milan. Jadi Napoli akan terus berjuang keras untuk menggeser Milan.

Di tempat kedua, Napoli memiliki nilai yang sama dengan Lazio yang mengalahkan Udinese 3-2. Namun, Napoli unggul selisih gol .

"Kami adalah rival utama Milan musim ini. Kami akan terus maju dan tak pernah lengah sedikit pun. Posisi ke-2 pada akhir tahun 2010 membuat kami dapat pulang dan merayakan Natal dengan tenang," ujarnya.

"Apakah sekarang Napoli menjadi anti-Milan? Ya. Kami semua adalah anti-Milan. Sekarang kami akan menikmati libur Natal. Setelah itu kami harus tetap fokus dan melanjutkan apa yang sudah kami capai sekarang," tambahnya. (FBI)

Ical Hibahkan Tanah 25 Ha untuk Timnas

KOMPAS.COM/LAKSONO HARI WIWOHOPara pemain tim sepak bola nasional Indonesia berfoto bersama keluarga Aburizal Bakrie dan para pengurus PSSI di kediaman Aburizal, Senin (20/12/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga besar Aburizal Bakrie memberikan hibah berupa lahan seluas 25 hektar untuk pemusatan latihan bagi tim nasional Indonesia. Hal tersebut terungkap dalam acara ramah-tamah antara keluarga Bakrie dan timnas Indonesia di rumah Ical di Jalan Ki Mangun Sarkoro Nomor 42, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/12/2010).

"Hari ini secara resmi keluarga Bakrie memberikan hibah berupa tanah seluas 25 hektar untuk dibangun sebagai pusat latihan tim Indonesia dan basecamp bagi timnas di daerah Jonggol," kata Sekretaris Umum PSSI Nugraha Besoes.

Dengan adanya tanah hibah ini, kata Besoes, PSSI akan memindahkan pusat pelatihan timnas yang tadinya berada di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Di tempat baru tersebut, PSSI berencana membangun sekolah sepak bola Indonesia untuk pembinaan pemain usia 13-16 tahun.

Pemusatan latihan akan dilengkapi delapan lapangan latihan, pusat kebugaran dengan fasilitas modern, dan asrama pemain. "Pembangunannya mulai tahun depan. Anggarannya belum ketahuan," kata Besoes.

Monday, December 20, 2010

BERITA FOTO: Lagak Ragam Suporter Indonesia

KOMPAS IMAGES/Roderick Adrian Mozes KOMPAS IMAGES/Roderick Adrian MozesSeorang bapak menggunakan kostum bola untuk mendukung Indonesia saat lawan Filipina di semifinal kedua Piala AFF 2010, Minggu (19/12/2010). Gayanya menarik perhatian hingga banyak yang ingin foto bersama.Seorang bapak rela melumuri tubuhnya dengan cat demi mendukung Indonesia saat melawan Filipina di laga kedua semifinal Piala AFF 2010, Minggu (19/12/2010).Sejumlah suporter merayakan kemenangan timnas Indonesia setelah berhasil mengalahkan Filipina dalam putaran kedua laga semifinal Piala AFF 2010, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (19/12/2010). Di final Indonesia akan bertemu dengan Malaysia yang sebelumnya berhasil menahan imbang Vietnam pada putaran kedua semifinal Piala AFF 2010.Ribuan suporter berkumpul di depan layar lebar yang disediakan panitia untuk menonton putaran kedua laga semifinal Piala AFF 2010 Indonesia lawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (19/12/2010). Meskipun telah memilik tiket nonton pertandingan, sejumlah suporter tidak bisa masuk karena kapasitas stadion yang tidak mencukupi.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kemenangan Indonesia atas Filipina dalam dua pertandingan babak semifinal Piala AFF 2010 membuat ribuan suporter bahagia. Mereka selalu memberi dukungan dengan caranya demi kemenangan Indonesia.

Sukses Firman Utina juga menimbulkan euforia luar biasa. Bahkan, banyak penonton yang tak kebagian tiket dan terpaksa menonton lewat layar lebar.

Apa pun yang penting mendukung Indonesia. Wajah atau bahkan tubuh dicorat-coret, itu tak masalah. Semua demi kejayaan sepak bola Indonesia.

Bravo "Garuda", jayalah selalu di pentas sepak bola.

Gonzales Ingin Tandem dengan Messi dan CR7

Indonesias Cristian Gonzales jumps for the ball during the second leg semi-final match at the ASEAN Football Federation (AFF) 2010 soccer tournament against the Philippines in Jakarta December 19, 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com - Striker Indonesia Cristian Gonzales akan sangat senang kalau bisa berduet dengan Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo. Namun, dengan siapapun ia bertandem, ia siap menjalankan tugasnya sebagai goal getter untuk tim "Garuda".

Dalam lima pertandingan Piala AFF 2010, Gonzales selalu menjadi starter untuk timnas. Pemain berusia 34 tahun itu biasanya ditemani oleh Irfan Bachdim di lini depan. Kadang ia berbagi peran dengan Bambang Pamungkas, striker cadangan asal Persija Jakarta.

Dalam duel semifinal leg kedua lawan Filipina, Minggu (20/12/2010) malam, pemain berjuluk "El Loco" itu berpasangan dengan Yongki Aribowo karena Irfan cedera.

Lantas, siapa yang akan menjadi pasangan Gonzales dalam duel final lawan Malaysia nanti? "Lebih enak sama Messi dan Ronaldo," jawab Gonzales yang disambut tawa para wartawan di sela-sela acara ramah-tamah dengan keluarga AburizaL Bakrie, Senin (20/12/2010).

"Siapa pun bisalah. Saya tidak masalah mau dipasangkan sama siapa saja. Terserah pelatih," kata Gonzales, kali ini dengan mimik serius. Lagi pula, mustahil menaturalisasi Messi dan Ronaldo karena keduanya sudah membela tim negaranya masing-masing.

Meski berperan sebagai striker, Gonzales juga aktif membantu pertahanan dengan menjemput bola di area pertahanan. Gerakannya tersebut sering menarik bek-bek lawan sehingga dapat menguntungkan tandemnya untuk menusuk ke depan.