Showing posts with label Semua. Show all posts
Showing posts with label Semua. Show all posts

Wednesday, May 18, 2011

Mancini: Semua Bergantung kepada Kami

Pelatih Manchester City, Roberto Mancini.

MANCHESTER, KOMPAS.com - Manajer Manchester City, Roberto Mancini menyambut gembira keberhasilan mereka menempati posisi ketiga klasemen sementara Premier League seusai menang 3-0 atas Stoke City, Selasa atau Rabu (18/5/2011) dini hari WIB. Mancini pun menyebut laga berikutnya, melawan Bolton Wanderes, akan sangat penting bagi mereka dalam mempertahankan posisi ini.

Saat ini, City berada di peringkat ketiga dengan 68 poin, unggul satu poin dari Arsenal. Mereka harus menang versus Bolton di laga terakhir Premier League jika posisi mereka diambil alih oleh Arsenal.

"Saya pikir penting bagi kami untuk berpikir tentang pertandingan berikutnya. Itu ada di tangan kami. Hal ini fantastis karena semua bergantung kepada kami. Kami harus masuk ke posisi itu sekarang. Kami punya satu pertandingan yang sulit (melawan Bolton) dan itu sangat penting," ujar Mancini.

"Kami memperbaiki banyak hal dalam 40 hari terakhir dan telah bermain sangat baik. Jika kami ingin menang dan memperbaiki diri. Saya tahu hanya ada satu cara, bekerja dan terus bekerja keras. Kami bisa meningkatkan kemampuan jika kami terus bekerja."

"Ini adalah saat yang sangat istimewa. Kami telah memenangkan (Piala FA), masuk empat besar, dan pada saat ini kami berada di posisi ketiga. Saya pikir ini sangat istimewa bagi para pendukung," tuturnya. (SKY)

Silva: Scudetto Ini Berkat Semua

MILAN, KOMPAS.com - Bek AC Milan, Thiago Silva menilai keberhasilan timnya meraih scudetto musim ini bukan berkat dirinya seorang, tapi juga seluruh pemain, khususnya para penyerang.

Statistik menunjukkan, Milan menjadi tim yang paling sedikit kebobolan dengan 24 kali. Bandingkan dengan Inter Milan (posisi kedua) yang kebobolan sebanyak 41 kali dan Napoli (peringkat ketiga) 37 kali. Silva pun dinilai sejumlah kalangan berperan besar menentukan keberhasilan Milan.

"Aku tak suka berbicara tentang jasaku, tapi jasa orang lain. Scudetto yang kami menangkan tahun ini berkat semua orang, khsususnya pemain depan," kata Silva kepada Sky Italia.

"Aku berkembang pesat musim ini dengan dukungan Alessandro Nesta di sampingku dan aku secara pribadi ingin tetap bermain hingga 40 tahun usiaku," sambungnya.

Silva sendiri enggan disebut sebagai bek terbaik di dunia saat ini. Menurutnya, ada sosok yang lebih pantas disebut bek terbaik.

"Aku berterima kasih kepada siapa pun yang mengatakan aku yang terbaik. Tapi bagiku, bek Manchester United, Nemanja Vidic adalah yang terbaik," ujarnya. (SKY)

Friday, April 8, 2011

Kuyt: Sapu Bersih Semua Laga!

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Striker Liverpool, Dirk Kuyt, menantang rekan-rekannya untuk menyapu bersih semua laga Premier League yang tersisa guna memuluskan ambisi lolos ke Eropa musim depan.

"The Reds" saat ini bertengger di tangga keenam dengan 45 poin, tertinggal 10 angka dari Chelsea di tangga keempat. Steven Gerrard dan kawan-kawan juga masih berjarak lima angka dari Tottenham Hotspur di atasnya. Meski peluang lolos ke Liga Champions kecil,  Kuyt menuntut timnya untuk berjuang sampai titik darah penghabisan.

"Kami harus bangkit setelah melawan West Brom dan akan ada pertandingan besar lainnya yang datang. Kami harus memastikan tiga poin selalu di Anfield," tutur Kuyt.

"Setiap pertandingan dari sekarang sampai akhir musim harus kami menangkan dan itulah yang harus kami akukan. Kami harus memastikan bahwa kami terus melaju dan mudah-mudahan bisa memulainya pada Senin depan," tambah Kuyt menyinggung laga melawan Manchester City, awal pekan nanti.

Dalam kesempatan itu juga Kuyt mengaku puas dengan kinerja manajer baru Kenny Dalglish. Setelah sempat hancur-hancuran di era Roy Hodgson, "The Anfield Gang" secara perlahan dapat kembali merayap ke papan atas.

"Aku pikir sejak kedatangan Kenny Dalglish kami sudah melaju dengan cukup bagus, tetapi kami juga mendapat hasil yang mengecewakan saat melawan West Brom dan West Ham United," tuntas Kuyt. (GL)

Sunday, February 20, 2011

Asal Bukan Nurdin, Semua Calon Layak Didukung

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta (kanan) berbincang dengan wartawan seusai menyampaikan keterangan pers di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, Rabu (2/2). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan kesiapannya untuk dicalonkan menjadi ketua umum PSSI.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat sepak bola, Ari Junaedi, mengungkapkan, niat Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 layak mendapatkan dukungan karena sosok baru sangat dinantikan publik sepak bola Indonesia.

"Kalau ada orang yang berani mendeklarasikan secara terbuka menjadi pengganti Nurdin, itu baru sosok yang layak mendapat dukungan. Apalagi masyarakat pencinta bola sudah bertekad ABN alias Asal Bukan Nurdin. Jadi momentumnya Toisutta sangat tepat," kata Ari yang juga pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) kepada Kompas.com, Kamis (3/2/2011).  Dikatakan Ari, majunya Toisutta sebagai calon ketua umum PSSI merupakan bentuk perlawanan atas arogansi dan otoriter kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid-Nugraha Besoes.

Lebih lanjut, Ari mengaku yakin, latar belakang Toisutta yang berasal dari kalangan militer tidak akan menjadi ganjalan dalam menggalang dukungan. "Tidaklah elok melarang militer masuk ke dunia olahraga asalkan punya niatan dan tekad memajukan prestasi sepak bola yang terpuruk," tegasnya. 

Meskipun begitu, Ari Junaedi—yang juga berprofesi sebagai pengajar di Universitas Dipongoro, Universitas Soetomo, dan Universitas Mercu Buana itu—meminta Toisutta lebih bekerja keras untuk menggalang dukungan.

"Hanya saja, Toisutta mulai dari sekarang harus bisa merangkul 50 persen plus 1  pemilik hak suara di Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI, 19 Maret mendatang di Kepulauan Bintan," katanya.

Bentuk dukungan kepada Toisutta sudah mulai terlihat. Dalam deklarasi yang digelar Rabu lalu, Toisutta mendapatkan dukungan dari 18 pengurus provinsi, pengurus klub, dan pejabat PSSI yang menandatangani manifesto dukungan. Toisutta sendiri sudah secara resmi didaftarkan ke PSSI untuk maju menjadi calon ketua umum organisasi sepak bola Tanah Air itu.

Saturday, January 29, 2011

Madrid Mau Semua Gelar

Gelandang Real Madrid, Esteban Granero.

MADRID, KOMPAS.com — Gelandang Real Madrid, Esteban Granero, mengatakan bahwa timnya membidik semua gelar yang tersedia, yakni Liga BBVA, Copa del Rey, dan Liga Champions. Granero menilai, ketiga kompetisi itu sama pentingnya dan Madrid bakal berjuang habis-habisan meraihnya.

Di ajang Liga BBVA, Madrid sedang bersaing ketat dengan Barca. "Los Blancos" bertengger di posisi kedua dengan 48 angka, terpaut empat poin dari Barcelona di puncak klasemen. Adapun di Copa del Rey, Madrid sudah berada di babak perempat final dengan kemenangan 3-1 pada leg pertama melawan Atletico Madrid, 13 Januari lalu.

"El Real" akan bertandang ke Vicente Calderon, Kamis (20/1/2011), untuk memperjuangkan tiket mereka ke semifinal. "Kami ingin memenangkan tiga kompetisi, salah satunya adalah Copa del Rey. Kami tak mendapat hasil baik dalam beberapa tahun terakhir di Copa del Rey, tapi kami serius tahun ini," kata Granero.

"Pada hari Kamis nanti kami memiliki kesempatan untuk lolos ke semifinal. Jika kami menang, hanya tinggal tiga kemenangan yang memisahkan kami dengan gelar juara. Fans di Vicente Calderon selalu merespons dengan baik untuk Atletico. Di sana adalah tempat yang sulit untuk bertanding. Real Madrid telah mendapat hasil baik di sana akhir-akhir ini, tetapi Copa del Rey selalu sulit. Kami tak memiliki keuntungan dan kami tahu ini takkan mudah jika kami tak bermain habis-habisan," tandasnya.

Sementara itu, di Liga Champions, Madrid telah sampai ke babak 16 besar. Karim Benzema dan kawan-kawan akan kembali berhadapan dengan Olympique Lyon yang menyingkirkan mereka tahun lalu di babak yang sama. Kedua tim bakal bentrok lagi bulan depan.

"Kami telah belajar banyak dari apa yang terjadi di masa lalu. Kami seharusnya memenangkan pertemuan tahun lalu, tapi kami gagal. Bagi kami yang berada di sana dan merasakan kegagalan itu, kami telah belajar dari kesalahan. Segalanya berbeda tahun ini dan kami menuju laga nanti dengan keyakinan. Lyon akan sulit, tapi aku yakin kami bisa menyingkirkan mereka jika kami terus melakukan apa yang kami lakukan saat ini," tuntas Granero. (COP)

Monday, January 10, 2011

Semua Ingin Riedl Bertahan

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) mempertahankan pelatih Alfred Riedl disambut baik oleh punggawa tim nasional Indonesia.

Riedl layak dipertahankan karena telah membentuk fondasi yang bagus bagi pasukan "Merah Putih". "Dia patut dipertahankan. Semua masyarkat juga pasti menginginkannya. Riedl sudah bikin fondasi yang bagus," kata Zulkifli Syukur kepada Kompas.com, Jumat (31/12/2010).

Defender yang memperkuat Arema Indonesia itu menilai Riedl telah memberikan prestasi yang luar biasa, meskipun Indonesia gagal menjuarai Piala AFF 2010. "Dengan merombak skuad dari pelatih sebelumnya Benny Dollo, Riedl telah berhasil membangun tim menjadi luar biasa terutama mental. Dalam beberapa pertandingan kami berhasil mengalahkan lawan meskipun harus tertinggal lebih dulu," tukas pemain asal Makassar itu.

Lebih lanjut, Zulkifli mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga selama dilatih oleh Riedl. Baginya, Riedl berhasil menerapkan kedisiplinan dalam tim. Ia berharap bisa membawa nilai-nilai penting yang diajarkan Riedl saat membela klub. "Dia bagus melakukan pendekatan dengan pemain. Dia sangat disiplin dan tegas. Yang paling penting, dia paling marah kalau kami main kasar. Selain itu, di enggak pernah menilai satu pemain menjadi bintang tetapi tim-lah yang menjadi bintang," beber bek berusia 26 tahun tersebut.

Hal senada diungkapkan penyerang muda "Merah Putih", Yongky Ari Bowo. "Keputusan bagus untuk mempertahankan Riedl. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari dia. Dia mengajarkan kami untuk selalu disiplin," tukas Yongky.

Sebagaimana diberitakan, posisi Riedl sempat terancam setelah Indonesia kembali menjadi runner-up di Piala AFF. "Merah Putih" kalah agregat 2-4 (0-3, 2-1) dari Malaysia pada babak final yang digelar 26 dan 29 Desember 2010. Meski begitu, Riedl belum kehilangan pekerjaannya. Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, menyatakan hanya akan mengevaluasi kinerja Riedl dan bukan memecatnya.

Penulis: Ferril Dennys   |   Editor: Erlangga Djumena   |   Loading...