Showing posts with label Riedl. Show all posts
Showing posts with label Riedl. Show all posts

Tuesday, November 15, 2011

Laos Enggan Beberkan Peran Riedl

Pemain tim nasional Laos berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (2/11). Laos akan berhadapan dengan Myanmar dalam pertandingan sepak bola SEA Games XXVI/2011.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kubu Laos enggan membeberkan secara terbuka peran Pelatih Alfred Riedl , mantan pelatih timnas Indonesia yang kini bekerja untuk Federasi Sepak Bola Laos, dalam persiapan tim mereka.

Saat ditanya mengenai hal itu, Pelatih Timnas U-23 Laos Hans Peter Schaller hanya menyebutkan peran Rield sangat membantu dirinya.

"Alfred Riedl tidak hanya bekerja di timnas. Ia penasihat Federasi Sepak Bola Laos. Ia pelatih yang kaya dengan pengalaman dan juga kawan dekat saya. Soal apakah dia ikut menentukan pemilihan pemain yang diturunkan atau tidak, ia sangat membantu," ujar Schaller kepada wartawan.

Hingga penampilan kedua mereka pada penyisihan Grup B, Laos belum memetik kemenangan. Setelah kalah 2-3 dari Myanmar pada laga perdana, mereka ditahan 2-2 oleh Brunei Darussalam yang bermain dengan 10 pemain.

Riedl dipecat kepengurusan PSSI baru di bawah Djohar Arifin Husin dari jabatan pelatih timnas setelah kontraknya dengan PSSI di masa kepengurusan Nurdin Halid dianggap bermasalah. P elatih Austria itu mengadukan masalah tersebut ke FIFA. Hingga saat ini, belum ada kejelasan soal penyelesaian sengketa itu.

Setelah kontraknya diputus PSSI, seperti dia ungkapkan sendiri dalam jumpa pers pertengahan September lalu, Riedl menandatangani kesepakatan dengan Federasi Sepak Bola Laos untuk menjadi supervisor atau direktur timnas negeri itu per Oktober lalu. Mulai Januari 2012, kata Riedl saat itu, ia menjadi pelatih kepala timnas senior Laos.

Pada laga Senin kemarin, Riedl juga mendampingi Laos bertanding di Stadion Lebak Bulus. Hai, senang kembali bertemu Anda lagi, jawab Riedl tersenyum saat disapa Kompas di pintu masuk stadion sebelum laga Timor Leste versus Filipina.

Schaller menyatakan, saat menghadapi Brunei, timnya mencetak banyak peluang gol. Ada enam hingga delapan peluang gol. Tapi, inilah sepak bola. D alam sepak bola, jika gagal memanfaatkan peluang, Anda bisa tertahan imbang atau bahkan bisa kalah, katanya.

Ia kemudian merujuk hasil mengejutkan dengan takluknya Filipina 1-2 dari Timor Leste. Schaller mengakui, striker Brunei Adi Bin Said yang memborong dua gol cukup merepotkan barisan pertahanan timnya. 

Thursday, February 17, 2011

Riedl Genjot Set Piece Timnas

Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia, Alfred Riedl.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, menggenjot latihan set piece timnya pagi ini. Riedl mengatakan, metode latihan ini sangat penting guna meningkatkan performa timnya. Sejak awal latihan, timnas hanya melakukan pemanasan ringan dan langsung latihan set piece. Beberapa pemain bergantian menjadi eksekutor tendangan bebas.

"Kami tidak mencari eksekutor tendangan bebas utama saat ini. Kami hanya latihan set piece melalui melalui tendangan bebas, tendangan sudut, lalu organisasi tim dan penempatan posisi. Kami latihan di mana pemain harus mengambil posisi ketika set piece terjadi," ujar Riedl seusai memimpin latihan timnya di Lapangan C Senayan, Selasa (2/2/2011).

"Kami sudah latihan ini beberapa hari lalu dan kami harus lebih giat lagi di masa depan. Set piece sangat penting. Saya tidak punya statistik pastinya, tapi mungkin 25-30 persen gol terjadi dengan cara ini," pungkas Riedl.

Riedl juga mengatakan timnas U-23 masih memilki banyak kekurangan. Dan hal ini harus segera diperbaiki sebelum bertemu Turkmenistan pada laga Pra-Olimpiade 23 Februari mendatang. "Banyak kelemahan, tapi banyak juga hal bagus. Mereka ini pemain muda, beberapa dari mereka bahkan belum memiliki posisi pasti di klubnya. Jadi, biarkan kami bekerja dengan mereka dan berusaha meningkatkan kemampuan mereka," pungkas Riedl.

Tuesday, February 15, 2011

Riedl Tidak Ingin Okto Pulang

Oktovianus Maniani (2 dari kanan).

JAKARTA, KOMPAS.com — Keinginan manajemen Sriwijaya FC agar Oktovianus Maniani meninggalkan pemusatan latihan Pra-Olimpiade 2012 ditentang pelatih tim nasional, Alfred Riedl. Pelatih asal Austria itu menyatakan tidak akan melepas Okto.

Okto dan beberapa pemain lain memang tidak diperkenankan membela klub selama mengikuti pelatnas yang mulai digelar sejak Senin (24/1/2011). Keputusan tersebut ternyata mendapatkan protes dari Sriwijaya FC.

"Laskar Wong Kito" merasa dirugikan karena tidak bisa menggunakan jasa pemain asal Papua tersebut sekitar 10 bulan ke depan. Pasalnya, selain tampil di Pra-Olimpiade 2012, Okto juga akan pelatnas SEA Games 2011 yang berlangsung dari Maret hingga November mendatang.

"Saya ada sedikit masalah dengan Sriwijaya karena Pelatih Ivan Kolev meminta Okto untuk kembali," kata Riedl kepada wartawan seusai memimpin sesi latihan di Lapangan C, Kamis (27/1/2011). Riedl mengaku sangat menyayangkan sikap manajemen Sriwijaya FC. Sebab, menurutnya, Sriwijaya sudah bersedia melepas Okto untuk membela timnas di ajang Pra-Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011.

"Mereka tahu Okto tidak bisa kembali. Mereka seharusnya ingat pada tanggal 24 Oktober di Hotel Sultan ada pertemuan antara Okto, Sriwijaya FC, dan perwakilan dari Badan Liga. Mereka sudah bertemu dan ada perjanjian bahwa pemain tidak bisa pulang ke klubnya (selama pemusatan latihan)," tegas Riedl.

"Sriwijaya setuju melepas pemainnya untuk Pra-Olimpiade ataupun SEA Games. Saya tidak tahu mengapa mereka terus menekan Okto. Dia diancam potong gajinya dan bahkan mengeluarkannya," imbuh mantan Pelatih Laos itu.

Dikatakan Riedl, pihaknya akan berusaha mempertahankan Okto agar bisa mengikuti pelatnas. "Kami akan mempertahankan Okto. Kami juga akan mengurusnya. Saya akan melaporkan ini kepada Iman Arif (Deputi Teknis Badan Tim Nasional)," ujarnya.

Monday, February 14, 2011

Riedl Coret Jordy

Pesepak bola asal Belanda, Jordy de Kat, mengikuti pelatnas timnas Indonesia U-23 di Lapangan C, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (24/1/2011). Pemusatan latihan timnas U-23 asuhan Alfred Riedl ini diproyeksikan tampil di SEA Games 2011 dan Pra-Olimpiade 2012.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional Indonesia memutuskan mencoret pemain keturunan Indonesia-Belanda Jordy de Kat dari pemusatan latihan Pra-Olimpiade 2012.

"Jordy tidak bersama kami lagi meskipun penampilannya membuat saya terkesan," ungkap Riedl kepada wartawan setelah memimpin sesi latihan di Lapangan C, Kamis (27/1/2011).

Jordy sendiri menjadi satu-satunya pemain keturunan campuran yang mengikuti pelatnas Pra-Olimpiade 2012. Jordy sudah mengikuti pelatnas sejak Senin (24/1/2011).

Penampilan Jordy sempat membuat Riedl terkesan. Namun, pelatih asal Austria itu menilai penyerang FC OSS tersebut kurang memberikan kontribusi kepada tim sehingga dia memulangkannya.

"Kualitasnya tidak terlalu membantu kami. Pemain luar harus lebih baik daripada pemain lokal, tetapi tidak demikian dengan Jordy," kata Riedl.

Meski begitu, Riedl mengatakan, Jordy masih memiliki kesempatan membela timnas mengingat umurnya yang masih muda. "Dia tidak akan bermain di Pra-Olimpiade. Namun, dia masih punya peluang tahun depan karena baru berumur 19 tahun," ujarnya.

Saturday, January 22, 2011

Vincent Puji Pemain Lokal dan Riedl

Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemain keturunan Indonesia-Belanda, Vincent Partosoebroto, tidak menampik bahwa pemain-pemain lokal yang mengikuti seleksi timnas U-23 memiliki kualitas cukup bagus. Ia juga menilai, pelatih Alfred Riedl merupakan pelatih yang hebat.

"Ada beberapa pemain yang memiliki teknik sangat bagus, tapi secara umum para pemain bagus," jelas Vincent usai mengikuti seleksi tahap kedua di lapangan C, Kamis (13/1/20110).

Namun Vincent mengakui, bahasa masih menjadi kendala di antara pemain. "Komunikasi dengan pemain lain sangat sulit karena mereka tidak mengerti bahasa Inggris. Mereka hanya mengerti 'pass' dan 'go', jadi bagi saya ini sangat menyulitkan," lanjutnya.

Gelandang yang membela di SV Hoodrop tersebut juga memberi pujian bagi pelatih Alfred Riedl. Pelatih asal Austria tersebut, kata dia, merupakan salah satu pelatih terbaik. "Aku pikir, dia pelatih terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Dia sangat disiplin dan memiliki teknik sepak bola yang bagus," beber Vincent.

Vincent merupakan salah satu pemain keturunan yang mengikuti seleksi tahap kedua. Pemain berusia 20 tahun itu mengaku berharap bisa lolos seleksi agar bisa memperkuat timnas U-23 di Pra Olimpiade 2011. "Aku pikir bisa membuat tim ini lebih baik dengan pengalamanku di Eropa. Mungkin, aku harus bisa belajar lebih banyak lagi dalam segi teknik," jelas Vincent.

Friday, January 21, 2011

Alasan Riedl Gelar Pelatnas Panjang

Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, menyatakan akan tetap menggelar training camp atau pelatnas jangka panjang sebagai persiapan timnas U-23 belaga di SEA Games 2011. Menurutnya, pemain akan lebih berkembang lewat training camp jangka panjang. Selain itu, buruknya kondisi fisik pemain membuat Riedl semakin mantap menggelar training camp jangka panjang.

Dalam seleksi tahap kedua pada hari terakhir, Kamis (13/1/2011), sekitar delapan pemain mengalami cedera. Kendala fisik juga dialami dua pemain keturunan Indonesia-Belanda, Ruben Wuarbanaran dan Vincent Partosoebroto. Ruben masih harus menjalani latihan terpisah karena belum pulih dari cedera lutut. Sementara Vincent mengeluh pusing dan dehidrasi di pertengahan latihan. Oleh karena itu, Riedl menilai training camp jangka panjang diperlukan agar pemain semakin lebih berkembang.

"Satu hal penting, saya lihat kami punya banyak pemain yang cedera, padahal hanya melakukan latihan yang biasa. Padahal, kami tidak melakukan latihan fisik, hanya melakukan latihan pertandingan biasa dan umpan-umpan biasa," ujarnya. 

"Kami punya sekitar delapan pemain yang punya masalah otot. Ini adalah tanda bagi saya bahwa kami membutuhkan training camp yang lebih lama. Mereka akan kesulitan hanya dengan melakukan pelatnas satu hingga dua pekan. Jadi, kami membutuhkan waktu latihan yang lama untuk menghadapi SEA Games. Jika tidak, menurut saya, kami tidak punya peluang menjuarai SEA Games," tutur Riedl setelah memimpin seleksi di Lapangan C, Kamis pagi.

Pelatnas jangka panjang rencananya akan digelar pada Maret hingga November mendatang. Dengan begitu, pemain yang mengikuti training camp jangka panjang otomatis tidak bisa memperkuat klubnya. Tentu saja, tidak sedikit klub yang menentang kebijakan tersebut.

"Saya mengerti klub menginginkan pemain mereka. Saya, secara pribadi, lebih mudah melepas pemain ke klub. Saya bisa pulang dan melihat pertandingan dari rumah dan tidak bekerja. Namun, saya ingin membawa mereka ke level yang lebih tinggi. Mereka tidak bisa mendapatkan level yang lebih tinggi di klub. Sebagian dari mereka datang ke sini dengan fisik yang buruk. Jadi ini adalah alasan kami membutuhkan training camp yang lebih lama," tegasnya.

Monday, January 10, 2011

Semua Ingin Riedl Bertahan

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) mempertahankan pelatih Alfred Riedl disambut baik oleh punggawa tim nasional Indonesia.

Riedl layak dipertahankan karena telah membentuk fondasi yang bagus bagi pasukan "Merah Putih". "Dia patut dipertahankan. Semua masyarkat juga pasti menginginkannya. Riedl sudah bikin fondasi yang bagus," kata Zulkifli Syukur kepada Kompas.com, Jumat (31/12/2010).

Defender yang memperkuat Arema Indonesia itu menilai Riedl telah memberikan prestasi yang luar biasa, meskipun Indonesia gagal menjuarai Piala AFF 2010. "Dengan merombak skuad dari pelatih sebelumnya Benny Dollo, Riedl telah berhasil membangun tim menjadi luar biasa terutama mental. Dalam beberapa pertandingan kami berhasil mengalahkan lawan meskipun harus tertinggal lebih dulu," tukas pemain asal Makassar itu.

Lebih lanjut, Zulkifli mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga selama dilatih oleh Riedl. Baginya, Riedl berhasil menerapkan kedisiplinan dalam tim. Ia berharap bisa membawa nilai-nilai penting yang diajarkan Riedl saat membela klub. "Dia bagus melakukan pendekatan dengan pemain. Dia sangat disiplin dan tegas. Yang paling penting, dia paling marah kalau kami main kasar. Selain itu, di enggak pernah menilai satu pemain menjadi bintang tetapi tim-lah yang menjadi bintang," beber bek berusia 26 tahun tersebut.

Hal senada diungkapkan penyerang muda "Merah Putih", Yongky Ari Bowo. "Keputusan bagus untuk mempertahankan Riedl. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari dia. Dia mengajarkan kami untuk selalu disiplin," tukas Yongky.

Sebagaimana diberitakan, posisi Riedl sempat terancam setelah Indonesia kembali menjadi runner-up di Piala AFF. "Merah Putih" kalah agregat 2-4 (0-3, 2-1) dari Malaysia pada babak final yang digelar 26 dan 29 Desember 2010. Meski begitu, Riedl belum kehilangan pekerjaannya. Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, menyatakan hanya akan mengevaluasi kinerja Riedl dan bukan memecatnya.

Penulis: Ferril Dennys   |   Editor: Erlangga Djumena   |   Loading...

Sunday, January 9, 2011

Main Kasar, Riedl Pasti Marah

Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bek tim nasional Indonesia, Zulkifli Syukur, mengungkapkan, pelatih Alfred Riedl sangat marah jika tim memeragakan permainan kasar dalam pertandingan.

Baginya, itu merupakan pelajaran penting yang diperoleh selama dilatih Riedl. Pernyataan Zulkifli memang tidak terlalu berlebihan. Berdasarkan statistik, tidak ada satu pun pemain yang pernah diganjar kartu merah selama gelaran Piala AFF 2010.

"Kompetisi kita memang keras. Namun, Riedl paling marah kalau kami main kasar. Dia akan memberikan hukuman push-up jika kami main kasar," kata Zulkifli kepada Kompas.com, Jumat (31/12/2010).

Riedl, kata Zulkifli, telah membentuk fondasi yang baik bagi timnas. Karena itu, Riedl, lanjut Zulkifli, berpesan agar bisa membawa pelajaran berharga yang diberikannya saat membela klub.

"Banyak hal yang kami pelajari dari dia. Dia bagus melakukan pendekatan dengan pemain. Dia pelatih yang tegas. Dia mengajarkan kami disiplin. Dia juga enggak pernah menilai satu pemain menjadi bintang tetapi tim-lah yang menjadi bintang," beber bek berusia 26 tahun tersebut.

Maka dari itu, Zulkifli mengaku bahagia dengan keputusan PSSI mempertahankan Riedl meskipun pasukan "Merah Putih" gagal menjuarai Piala AFF 2010. "Dia patut dipertahankan. Semua masyarkat juga pasti menginginkannya," tukas pemain asal Makassar itu.

Wednesday, January 5, 2011

Riedl Fokus Bangkitkan Mental Pemain

Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, mengaku lebih fokus membangun mental anak asuhnya jelang pertandingan melawan Malaysia pada babak final kedua Piala AFF 2010, Rabu (29/12/2010).

Kondisi psikologis Firman Utina dan kawan-kawan memang tengah terpukul seusai menelan kekalahan menyakitkan 0-3 dari Malaysia pada final leg pertama, Minggu (26/12/2010).

Tim besutan Alfred Riedl itu harus mampu mencetak empat gol tanpa balas pada pertandingan nanti bila ingin menjuarai Piala AFF. "Tidak ada persiapan pemain secara khusus. Kami hanya berbicara kepada pemain. Itu lebih penting daripada latihan karena kami harus melihat kondisi pemain, apakah mereka bisa bermain besok. Anda tidak akan bisa mengubah banyak hal pada dua pertandingan hanya dalam tiga hari," kata Riedl seusai memimpin sesi latihan di Lapangan C, Selasa (28/12/2010).

Selain itu, Riedl pun berusaha mengembalikan kondisi fisik pemainnya pada pertandingan nanti. "Latihan hari ini hampir sama dengan latihan-latihan sebelumnya untuk memberi pemain kesempatan mengembalikan kondisi fisik mereka. Itulah inti latihan hari ini," jelas Riedl.

"Saya ingin membangun mental pemain tidak hanya untuk turnamen ini. Tim ini juga untuk olimpiade tahun depan," lanjut mantan pelatih Laos itu.