Sunday, April 10, 2011

Soldado Bawa Valencia Ungguli Villarreal

Penyerang Valencia, Roberto Soldado.

VALENCIA, KOMPAS.com - Penyerang Valencia, Roberto Soldado, mencetak gol yang membuat timnya untuk sementara unggul 1-0 atas Villarreal pada babak pertama lanjutan Liga BBVA, Minggu atau Senin (11/4/2011) dini hari WIB.

Pertandingan baru bergulir 13 menit, Stadion Mestalla bergemuruh menyambut gol yang diciptakan Roberto Soldado. Berhasil menguasai umpan terobosan yang dilepaskan Miguel, Soldado menggiring bola dan kemudian melepaskan tembakan keras ke sudut kanan bawah gawang Villarreal.

Soldado nyaris kembali menggetarkan gawang "Kapal Selam Kuning" pada menit ke-22. Sayang, bola tembakannya berhasil dimentahkan Diego Lopez.

Villarreal bukan tanpa perlawannan. Tim tamu berusaha membongkar kokohnya pertahanan "Kelelawar Mestalla". Villareal memiliki peluang emas pada menit ke-35. Nilmar nyaris mencetak gol balasan lewat tembakan keras yang dilepaskannya di dalam kotak penalti. Sayang, kiper Valencia, Cesar, berhasil memblok bola tembakan pemain asal Brasil itu.

Tidak berselang lama, gawang Valencia kembali terancam lewat tembakan bebas Borja Valero. Namun, lagi-lagi, Cesar berhasil membaca arah bola dan kemudian menepisnya. Kegagalan itu memaksa Villarreal harus mengakui keunggulan Valencia 0-1 pada babak pertama.

Susunan Pemain Valencia: César; Marius Stankevicius, Miguel, Miguel Ricardo Costa, Jeremy Mathieu; Pablo, Mehmet Topal, Ever Maximiliano Banega, Facundo Costa; Roberto Soldado, Juan Manuel Garcia Mata Villarreal: Diego Lopez: Carlos Marchena, Joan Capdevila, Mario Perez, Olivas Francisco Jose Alba Kiko, Mateo Pablo Mussachio; Santi Cazorla, Borja Valero, Soriano Llido Bruno; Nilmar, Giuseppe Rossi

Saturday, April 9, 2011

Ibra: Aku Tidak Pantas Diusir!

MILAN, KOMPAS.com - Zlatan Ibrahimovic membantah telah mencaci asisten wasit saat AC Milan melawan Fiorentina, Minggu atau Senin (11/4/2011) dini hari WIB. Ibra justru kesal dengan dirinya sendiri dan bukan kepada keputusan asisten wasit. Maka, dia kaget kenapa wasit tiba-tiba memberinya kartu merah.

Milan harus bermain dengan sepuluh orang, menyusul kartu merah yang diterima Ibra pada menit ke-85. Hukuman itu diberikan setelah Ibra beradu mulut dengan asisten wasit. Beruntung, Milan akhirnya menang 2-1.

"Aku kehilangan bola dan marah kepada diriku sendiri, bukan kepada asisten wasit. Aku sedang berbicara dengan diriku sendiri saat itu," kata Ibra usai pertandingan.

"Aku tidak melakukan protes soal kartu merah itu karena tidak ada yang bisa dikatakan. Dia (wasit) telah membuat keputusan," lanjutnya. 

Ibra sendiri terancam larangan tampil sebanyak dua atau tiga laga akibat kartu merah tersebut. "Rekanku memiliki alasan untuk marah kepadaku. Saat tim mendapatkan tekanan dari Fiorentina pada pertandingan tersebut, bukan waktu yang tepat untuk mendapatkan kartu merah. Aku minta maaf. Aku berjanji membantu Milan memenangkan scudetto," beber penyerang asal Swedia tersebut. 

Friday, April 8, 2011

Ada Opsi LPI Dihentikan

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESKetua Komite Normalisasi PSSI, Agum Gumelar.

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komite Normalisasi PSSI, Agum Gumelang, mengatakan, pihaknya belum memutuskan soal keberadaan Liga Primer Indonesia (LPI).

"Kami belum memutuskan soal keberadaan LPI. Memang ada dua pilihan, pertama, menyerahkan kendali LPI ke tangan PSSI. Sedangkan pilihan kedua menghentikannya," kata mantan Ketua Umum PSSI itu di Jakarta, Rabu (6/4/2011).

Agum menjelaskan, beberapa tugas Komite Normalisasi adalah menyelenggarakan pemilihan yang berdasarkan aturan pemilihan FIFA dan Statuta PSSI sebelum 21 Mei 2011. Selain itu, untuk membawa liga di luar PSSI berada dalam kendali PSSI dan juga untuk menjalankan kegiatan sehari-hari PSSI dalam semangat rekonsiliasi bagi kebaikan sepak bola Indonesia.

"Soal LPI ini, kami perlu mendengar masukan dari semua pihak," katanya seusai menggelar rapat perdana di kantor PSSI, Senayan, Jakarta.

Namun, dalam rapat ini, Agum beserta tujuh anggotanya belum bisa memutuskan nasib LPI. "Kami akan berbicara dulu dengan pihak terkait. Hal ini agar dapat diperoleh hasil paling bijak dan meminimalisasi dampak negatifnya," kata mantan Ketua KONI ini.

Komite Normalisasi ini akan mengundang penggagas LPI dan Badan Liga Indonesia (BLI), pihak LPI sendiri, serta elemen sepak bola lainnya. Soal kegiatan kesekretariatan PSSI, Agum berharap masih bisa tetap berjalan dan tidak berhenti begitu saja. Agum juga akan berkomunikasi dengan pengelola SUGBK untuk tidak melakukan penyegelan.

Agum memimpin Komite Normalisasi ini dengan didampingi tujuh anggota, yakni Joko Driyono, Siti Nurzanah, Sukawi Sutarip, Hadi Rudiatmo, Samsul Ashar, Satim Sofyan, dan Dityo Pramono. (ANT)

Pemain 18 Tahun Tolak Barcelona dan MU

Gelandang serang Borrusia Dortmund, Mario Goetze.

DORTMUND, KOMPAS.com - Gelandang serang Borussia Dortmund, Mario Goetze, menegaskan, dirinya masih berkomitmen dengan timnya dan menolak untuk pindah musim depan. Artinya, pemain berusia 18 tahun ini menolak tawaran yang datang dari Barcelona dan Manchester United (MU).

"Aku selalu mengatakan berkomitmen dengan Borussia dan punya rasa terima kasih kepada klub yang membawaku hingga sejauh ini. Kenapa aku harus meninggalkan klub yang luar biasa ini, terutama sejak Dortmund punya rencana hebat di masa depan?" ujar Goetze kepada Bild.

Goetze memang menarik perhatian beberapa tim besar Eropa, termasuk Barcelona dan MU, setelah tampil brilian musim ini bersama Dortmund. Ia ikut berkontribusi membawa Dortmund kokoh di puncak klasemen sementara Bundesliga hingga saat ini. Penampilan apik Gotze pun membuat pelatih Jerman, Joachim Loew, memanggilnya.

CEO Dortmund, Hans-Joachim Watzke, sudah menegaskan bahwa Goetze tak akan dijual ke mana pun dengan harga berapa pun.

"Mario sungguh pemain yang luar biasa. Tawaran 15 juta euro (sekitar Rp 186 miliar) untuk 'Goetzinho' tak akan membuat saya mempertimbangkan untuk menjualnya," tegas Watzke.

Boninsegna: Inter Masih Bisa Lewati Lubang Jarum

Mantan striker Inter Milan, Roberto Boninsegna.

MILAN, KOMPAS.com — Legenda Inter Milan, Roberto Boninsegna, menilai "I Nerazzurri" akan menemui kesulitan untuk lolos ke semifinal Liga Champions seusai kalah 2-5 dari Schalke 04 di leg pertama perempat final Liga Champions, Selasa kemarin. Ibaratnya, Inter harus melewati lubang jarum, tetapi itu masih mungkin terjadi.

Inter memang dihadapkan pada misi berat untuk bisa lolos ke semifinal dan mempertahankan gelar juaranya. "I Nerazzurri" harus menang minimal 4-0 untuk bisa lolos dari lubang jarum. Misi ini semakin sulit karena mereka akan menjalani leg kedua di kandang Schalke, Gelsenkirchen.

"Mereka akan mencoba untuk bangkit di Jerman. Itu akan sangat sulit. Nyaris mustahil, tapi bukan tidak mungkin," tegas Boninsegna kepada Goal.com.

"Tidak ada hal yang tidak mungkin, tapi mereka membuat terlalu banyak kesalahan dan mereka harus merenungkan hal ini. Sangat tak terduga bisa kalah seperti ini, tapi hasil ini akan mengejutkan mereka," sambungnya.

Ferguson: Penalti? MU Layak Menang

Manajer Manchester United Alex Ferguson.

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Manchester United (MU), Alex Ferguson, tampak enggan bicara soal jatuhnya dua pemain Chelsea di kotak penalti pada pertandingan melawan timnya di leg pertama perempat final Liga Champions di Stamford Bridge, Rabu (6/4/2011), yang berakhir 1-0 untuk MU.

"Saya belum melihat tayangan ulangnya. Ada banyak yang bisa dibicarakan soal klaim penalti dan diving itu. Namun, saya pikir, pemain saya bermain dengan luar biasa," ujar Ferguson.

Insiden pertama adalah ketika Ramires terjatuh setelah berkontak fisik dengan Patrice Evra pada menit ke-90+1. Wasit Alberto Undiano Mallenco menilai itu bukan pelanggaran dan tak ada penalti untuk Chelsea.

Peristiwa kedua terjadi sekitar dua menit setelahnya. Kali ini, Fernando Torres terjatuh saat menggiring bola dalam kawalan Antonio Valencia. Torres dinilai melakukan diving dan diganjar kartu kuning.

Dari tayangan ulang tampak Chelsea seharusnya mendapat penalti pada pelanggaran pertama. Untuk kartu kuning Torres, wasit tampak bertindak tepat.

Adapun gol kemenangan MU dicetak oleh Wayne Rooney pada menit ke-24. Ini adalah pertama kalinya MU menang di kandang Chelsea sejak 2002.

Pertandingan leg kedua akan digelar di Old Trafford, 14 April mendatang. (AP)

Kuyt: Sapu Bersih Semua Laga!

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Striker Liverpool, Dirk Kuyt, menantang rekan-rekannya untuk menyapu bersih semua laga Premier League yang tersisa guna memuluskan ambisi lolos ke Eropa musim depan.

"The Reds" saat ini bertengger di tangga keenam dengan 45 poin, tertinggal 10 angka dari Chelsea di tangga keempat. Steven Gerrard dan kawan-kawan juga masih berjarak lima angka dari Tottenham Hotspur di atasnya. Meski peluang lolos ke Liga Champions kecil,  Kuyt menuntut timnya untuk berjuang sampai titik darah penghabisan.

"Kami harus bangkit setelah melawan West Brom dan akan ada pertandingan besar lainnya yang datang. Kami harus memastikan tiga poin selalu di Anfield," tutur Kuyt.

"Setiap pertandingan dari sekarang sampai akhir musim harus kami menangkan dan itulah yang harus kami akukan. Kami harus memastikan bahwa kami terus melaju dan mudah-mudahan bisa memulainya pada Senin depan," tambah Kuyt menyinggung laga melawan Manchester City, awal pekan nanti.

Dalam kesempatan itu juga Kuyt mengaku puas dengan kinerja manajer baru Kenny Dalglish. Setelah sempat hancur-hancuran di era Roy Hodgson, "The Anfield Gang" secara perlahan dapat kembali merayap ke papan atas.

"Aku pikir sejak kedatangan Kenny Dalglish kami sudah melaju dengan cukup bagus, tetapi kami juga mendapat hasil yang mengecewakan saat melawan West Brom dan West Ham United," tuntas Kuyt. (GL)